Sebelum Mereka Bisa Sendiri, Jangan Letakkan Bayi dalam Posisi Tengkurap

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 22 Desember 2019 | 17:15 WIB
Sebelum Mereka Bisa Sendiri, Jangan Letakkan Bayi dalam Posisi Tengkurap
Ilustrasi anak tengkurap [shutterstock]

Suara.com - Setiap tahunnya, diperkirakan 3500 bayi meninggal karena kecelakaan terkait tidur atau dapat disebut dengan sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Tidak heran jika orangtua menjadi lebih protektif dan membuat pilihan teraman untuk bayi ketika mereka tidur. Misalnya, mencari tahu kapan bayi diperbolehkan tidur tengkurap.

Menurut Charles I. Shubin, MD , FAAP, seorang dokter anak dari Mercy Family Care Physicians, saat yang tepat untuk menengkurapkan bayi adalah ketika mereka sudah bisa membalik tubuhnya sendiri.

Bayi akan mulai bisa membalikkan tubuhnya sendiri pada usia sekitar empat hingga enam bulan. Ini menandai bahwa otot kaki, lengan, dan lehernya semakin kuat.

Oleh karena itu, mereka akan bisa menempatkan diri kembali ke posisi tidur yang aman, bahkan saat mereka tengkurap. Jadi, orang dewasa tidak perlu mengembalikan mereka ke posisi telentang.

Ilustrasi Perhiasan untuk Bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi. (Shutterstock)

Faktanya, semakin mereka dapat membalik tubuh sendiri justru semakin bagus. Sebab, stimulasi ini akan membuat otot-otot lehernya semakin kuat dan meningkatkan kontrol terhadap kepala.

Cara lain untuk memperkuat otot leher dan bahunya adalah saat mereka bermain dalam posisi tengkurap untuk beberapa waktu. Namun, jangan pernah meninggalkan bayi dalam keadaan ini sendiri tanpa pengawasan.

"Ketika mereka mendapatkan kontrol kepala yang lebih baik, mereka dapat menggerakkan kepala mereka," tutur Dr Shubin, melansir Insider.

Karena itu, kemungkinan orangtua akan memerhatikan mereka lebih suka tidur tengkurap. Tetapi, jangan terlalu sering membuat mereka tidur dalam posisi ini sampai usia satu tahun.

baca juga

"Risiko SIDS berkurang pada usia satu tahun, jadi setelah itu, boleh saja bayi tidur tengkurap," kata Gina Posner, MD, dokter anak di MemorialCare Orange Coast Medical Center.

"Pada usia ini, bayi biasanya memiliki kontrol kepala yang baik dan cukup dapat menggerakkan kepalanya sehingga mereka tidak mati lemas," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cynthia Lamusu Ungkap Anaknya Berisiko Buta, Apa Penyebabnya?

Cynthia Lamusu Ungkap Anaknya Berisiko Buta, Apa Penyebabnya?

Health | Minggu, 22 Desember 2019 | 10:00 WIB

Bolehkah Bayi Dikasih Kopi Agar Tak Kejang Saat Demam?

Bolehkah Bayi Dikasih Kopi Agar Tak Kejang Saat Demam?

Health | Sabtu, 21 Desember 2019 | 17:24 WIB

Bayi Prematur Berisiko Mengalami Kebutaan, Ini Cara Mencegahnya

Bayi Prematur Berisiko Mengalami Kebutaan, Ini Cara Mencegahnya

Health | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:14 WIB

Gara-gara Tanda Lahir, Ibu Ini Disuruh Pendeta Bunuh Bayinya Sendiri

Gara-gara Tanda Lahir, Ibu Ini Disuruh Pendeta Bunuh Bayinya Sendiri

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 05:28 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

×