5 Alasan Kenapa Kesendirian Dapat Membahayakan Kesehatan

Yasinta Rahmawati

Senin, 23 Desember 2019 | 19:00 WIB
5 Alasan Kenapa Kesendirian Dapat Membahayakan Kesehatan
Ilustrasi lelaki sedang menyendiri. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Beberapa orang mungkin tidak keberatan untuk menghabiskan waktu sendirian. Tapi, jika kesendirian tersebut berbuah kesepian, mungkin akan berisiko membahayakan kesehatan.

"Ada korelasi besar antara kesehatan dan kesepian," kata Norman Abeles, seorang profesor emeritus psikologi di Michigan State University di East Lansing, Michigan, dilansir dari Health.

"Kesendirian itu subyektif dan berhubungan dengan perasaan sendirian. Keterasingan sosial [dipisahkan dari] teman, anggota keluarga, dan jenis dukungan sosial lainnya, dan mungkin lebih objektif," tambahnya.

Berikut alasan mengapa kurangnya interaksi sosial yang berdampak pada kesepian dapat memengaruhi kesehatan kita.

1. Bisa meningkatkan tekanan darah
Menurut National Institute of Aging, orang yang kesepian sering memiliki tingkat tekanan darah sistolik yang lebih tinggi daripada orang yang tidak kesepian.

Ilustrasi lelaki merasa kesepian (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki merasa kesepian (Shutterstock)

2. Terkait dengan depresi
"Kesendirian sering dikaitkan dengan perasaan depresi, kesedihan, dan penghindaran terhadap orang lain," kata Abeles. Salah satu tandanya adalah ketika sangat butuh perjuangan untuk menjalani rutinitas harian, mulai dari bangun di pagi hari, membereskan tempat tidur hingga membersihkan rumah. Itu adalah tanda bahwa kesepian Anda mungkin akan merosot ke dalam depresi.

3. Mengganggu tidur
"Tidak bisa tidur sangat umum terkait dengan kesepian," kata Abeles, sebagian karena orang yang kesepian mungkin lebih rentan terhadap kekhawatiran, yang dapat membuat mereka tetap terjaga di malam hari.

Ilustrasi lelaki makan sendirian. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki makan sendirian. (Shutterstock)

4. Meningkatkan level peradangan dalam tubuh
Orang yang lebih sosial cenderung memiliki tingkat interleukin-6 yang lebih rendah, sejenis protein yang telah dikaitkan dengan peradangan penyakit yang berkaitan dengan usia seperti Alzheimer, rheumatoid arthritis, dan beberapa kanker, menurut National Institute of Aging.

5. Membuatmu lebih banyak duduk
Menjadi aktif secara fisik dapat meningkatkan suasana hati Anda, tetapi jika Anda kesepian, Anda mungkin tidak ingin berolahraga, kata Abeles. Ditambah lagi, katanya, orang yang kesepian atau tertekan dapat kehilangan nafsu makan dan tidak makan sebanyak yang pernah mereka makan.

baca juga

Itulah 5 alasan kenapa kesepian dapat membahayakan tubuh. Jika Anda merasa kesepian, atau sedang mengalami tanda-tanda depresi, bicarakan dengan dokter Anda apakah Anda harus mencari bantuan tambahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Kepribadian Introvert Rentan Derita Depresi

Waspada, Kepribadian Introvert Rentan Derita Depresi

Your Say | Senin, 23 Desember 2019 | 14:52 WIB

Alami Depresi selama Musim Dingin? Redakan dengan 5 Cara Berikut!

Alami Depresi selama Musim Dingin? Redakan dengan 5 Cara Berikut!

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 14:31 WIB

Musim Dingin Bisa Memicu Depresi, Terlebih pada Penderita Gangguan Ini

Musim Dingin Bisa Memicu Depresi, Terlebih pada Penderita Gangguan Ini

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 13:25 WIB

Terkini

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

×