Kisah Penyintas Kanker: Pulang Kemoterapi Bisa Langsung Jalan-Jalan

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 24 Desember 2019 | 10:33 WIB
Kisah Penyintas Kanker: Pulang Kemoterapi Bisa Langsung Jalan-Jalan
Marchadi, Penyintas Kanker Paru. (Dok. Pribadi)

Memilih Kemoterapi

Dokter bertanya apakah ia kuat kalau nanti dikemoterapi. Kalau tidak kuat, dokter memberi alternatif untuk disinar. "Saya bilang, saya kuat," katanya tegas.

Siklus kemoterapi diberikan 6 kali dengan jarak waktu 3 minggu. Kemoterapi pertama, sang istri berinisiatif mengajak anaknya untuk membantu, karena banyak orang bilang kemoterapi itu efek sampingnya bisa payah, mulai dari pusing, mual, muntah, dan sebagainya.

"Habis kemoterapi, saya memang langsung balik hotel, jaga-jaga. Katanya juga takut kena infeksi kalau kena udara luar, karena kondisi tubuh biasanya drop setelah kemoterapi. Eh, nggak taunya saya nggak apa-apa. Saya nggak merasakan efek apa-apa, tidak lemas, tidak mual, tidak kebas," katanya dengan semangat.

Berkaca pada pengalaman kemoterapi pertama, pada kemoterapi kedua, ia pun memutuskan langsung naik taksi untuk jalan-jalan ke mal. "Padahal harusnya nggak boleh. Tapi saya bandel, karena merasa nggak apa-apa," katanya sambil tertawa.

Hadi mengaku, ia memang merasa bersemangat setiap kali akan berangkat ke Malaysia untuk kemoterapi. "Saya merasa, inilah obatnya, inilah penyembuh saya. Sementara banyak orang malah takut kalau mau dikemo," katanya.

Hadi yakin, perasaan positifnya, afirmasi yang ia lakukan setiap kali obat ditusuk masuk ke dalam tubuhnya lewat jarum infus, itu ada pengaruhnya. Menurutnya, jika orang lain belum-belum sudah melawan, menolak, takut pada efek sampingnya, tubuh malah akan merespons negatif. "Jadi, terima saja," katanya ikhlas.

Di kemoterapi keempat, ukuran kanker mengecil hingga 30 persen. Menurut dokter yang menanganinya, mungkin obat kemoterapinya cocok, sehingga dilanjutkanlah untuk kemoterapi kelima dan keenam.

"Eh, yang keenam, kankernya malah membesar lagi. Berarti obatnya sudah nggak cocok," kata Hadi.

Terdeteksi ALK Positif

Juli 2015, usai kemo terakhir yang ketahuan sel kanker membesar, pengobatan kanker Hadi terhenti sementara sambil menunggu obat yang cocok. Kondisinya memburuk. Ia mengalami batuk darah, yang menandakan ada kebocoran di paru-paru.

Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor) pada sampel paru-parunya dari hasil biopsi pertama. EGFR ini adalah mutasi gen yang paling sering terjadi pada kanker paru. Hasilnya negatif.

Kemudian dilakukan lagi pemeriksaan ALK (Anaplastic Lymphoma Kinase). Hasilnya positif. Kanker paru ALK positif itu termasuk langka, jumlahnya hanya 5-6 persen. Saat itu, di Indonesia bahkan belum tersedia pemeriksaan ALK. Dan pengobatan kanker paru ALK positif, tidak bisa pakai BPJS. Yang bisa hanya kanker paru EGFR.

Setelah diketahui kenis kanker parunya, pengobatan kembali dilakukan. "Obat ALK pertama saya minum crizotinib. Mulai minum Agustus 2015, kemudian November 2015 di PET Scan, paru-paru saya bersih tidak ada kanker. Obat terus saya minum sampai 8 bulan. Eh, bulan kedelapan, muncul lagi kankernya, meski kecil 4,5 cm. Saya ganti minum ceritinib. Hilang lagi," kata Hadi.

Bagi penderita kanker, obat-obatan itu bukanlah tanpa efek samping. Apalagi jika diminum dalam jangka waktu lama. Melansir dari webmd, efek samping yang bisa ditimbulkan oleh ceritinib, misalnya, diare, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, atau kelelahan. Tapi, itu tidak dialami Hadi. Bahkan, di tahun 2016, Hadi merasa sehat sehingga memutuskan untuk bersenang-senang di tahun itu. Ia pergi ke China, berbisnis dengan teman.

Masuk tahun 2017, ia mengalami demam. Ketika diperiksa, ada kanker muncul sebesar 4,5 cm. Tapi kata dokter waktu itu, kankernya bisa dioperasi. "Saya iyakan saja apa yang dokter bilang. Saya nggak mau sok pintar. Saya menyerahkan diri saja," kata Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imunoterapi Disetujui FDA Sebagai Pengobatan Kanker Lini Pertama

Imunoterapi Disetujui FDA Sebagai Pengobatan Kanker Lini Pertama

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 17:41 WIB

3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat

3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 15:23 WIB

Cek 5 Tanda Paru-Paru Bermasalah, Termasuk Perubahan Warna Mata

Cek 5 Tanda Paru-Paru Bermasalah, Termasuk Perubahan Warna Mata

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB