Benarkah Gel dari Darah Bisa Sembuhkan Bisul pada Pasien Diabetes?

Silfa Humairah Utami | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 25 Desember 2019 | 13:30 WIB
Benarkah Gel dari Darah Bisa Sembuhkan Bisul pada Pasien Diabetes?
Peneliti temukan gel dari darah bisa sembuhkan bisul pada pasien diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Benarkah Gel dari Darah Bisa Sembuhkan Bisul pada Pasien Diabetes?

Setiap tahunnya lebih dari 2,2 juta orang menurut National Health Service (NHS) Inggris mengalami luka pada kaki pasien diabetes. Luka ini sering dinamai ulkus atau di Indonesia dikenal dengan istilah bisul yang memang sulit diobati karena berbagai faktor.

Salah satu faktor itu ialah neuropati perifer atau paparan kronis terhadap gula yang tinggi dalam darah dan merusak saraf. Inilah mengapa pasien diabetes sering merasa sakit dan semakin memburuk tapi tidak diketahui penyebabnya.

Beruntung, sebuah penelitian baru menunjukkan masalah radang kaki, termasuk bisul bisa diobati dengan gel. Bukan sembarangan gel, tapi gel yang terbuat dari darah pasien sendiri, dan lebih besar peluang sembuh dibanding diobati secara tradisional.

Mengutip Dailymail, Rabu (25/13/2019) proses pembuatannya yakni memisahkan plasma atau unsur-unsur yang ada dalam darah. Plasma kaya akan trombosit, yang sangat penting untuk proses pembekuan, karena mengandung protein yang membantu menyembuhkan luka.

Plasma ini kemudian dicampur dengan senyawa lain untuk diubah menjadi gel, dan prosesnya memakan waktu hingga 30 detik. Gel selanjutnya bisa langsung dibubuhkan di atas luka.

Dalam uji coba, pasien dirawat menggunakan gel dari darahnya selama dua kali dalam seminggu. Faktanya perawatan ini lebih unggul dari metode pengobatan yang biasanya.

Tidak kurang dari 130 pasien dengan bisul yang biasanya sulit diobati diberi gel ditambah perawatan biasa, dan satu kelompok mendapat perawatan biasa. Hasilnya, didapatkan pasien yang dapat perawatan plus gel mengalami pengecilan luka dari 4 centimeter hingga 6 centimeter.

Jika dalam jurnal Advances in Skin and Wound Care, menunjukkan 48 persen luka yang diobati dengan gel sembuh, dibandingkan dengan pengobatan biasa, mendapat 30 persen kesembuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlalu Banyak Tidur Tingkatkan Risiko Stroke hingga 85 Persen!

Terlalu Banyak Tidur Tingkatkan Risiko Stroke hingga 85 Persen!

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 19:00 WIB

Studi: Menyusui Dapat Mencegah Risiko Diabetes pada Anak di Masa Dewasa

Studi: Menyusui Dapat Mencegah Risiko Diabetes pada Anak di Masa Dewasa

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 13:44 WIB

Diabetes Dapat Menyebabkan Rambut Rontok, Ketahui Penyebab Umumnya

Diabetes Dapat Menyebabkan Rambut Rontok, Ketahui Penyebab Umumnya

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 11:00 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB