Prediksi Tren Diet Tahun 2020, Pola Makan Nabati akan Jadi Daya Tarik

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 29 Desember 2019 | 08:00 WIB
Prediksi Tren Diet Tahun 2020, Pola Makan Nabati akan Jadi Daya Tarik
Ilustrasi trend diet tahun 2020 (shutterstock)

Suara.com - Tahun 2019 sebentar lagi akan usai, ada banyak pola diet yang menjadi tren sepanjang tahun ini. Tren diet yang akan datang di tahun 2020 pun tentu akan sedikit berbeda.

Seorang ahli gizi memprediksi bahwa tren diet tahun 2020 akan berkaitan dengan makanan nabati. Selain itu, minuman bebas alkohol dan daging juga akan menjadi tren.

"Makanan nabati, khususnya protein nabati atau diet nabati akan menjadi daya tarik di tahun 2020. Apakah Anda akan memutuskan menjadi vegan sepenuhnya atau akan memasukkan beberapa makanan nabati ke dalam menu diet?" ujar Kristen Beck, ahli gizi Australia dikutip dari Daily Mail.

Pola makan nabati akan menjadi tren diet tahun 2020 karena konsumsi lebih banyak sayuran dianggap baik untuk kesehatan manusia. Diet nabati terbaik terdiri dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Berikut ini beberapa tren diet yang diprediksi akan terjadi pada 2020 mendatang.

Ilustrasi diet dan olahraga untuk tubuh sehat dan bugar. (Shutterstock)
Ilustrasi diet dan olahraga untuk tubuh sehat dan bugar. (Shutterstock)

1. Biji-bijian

Selama lima tahun terakhir, quinoa cukup menjadi daya tarik untuk dikonsumsi sehari-hari. Tetapi sekarang ini orang lebih membutuhkan variasi dari pola makannya.

Beck pun memprediksi akan banyak variasi makanan dari biji-bijian yang memberikan manfaat kesehatan seperti mengurangi kolesterol, menurunkan risiko stroke, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Menurutnya, roti atau produk gandum apapun yang terbuat dari biji-bijian akan terus meningkat popularitasnya. Karena hal ini berdampak pada kesehatan kita, terutama usus.

baca juga

2. Makanan nabati

Pada akhirnya, makanan nabati yang diproses dan dikemas akan memenuhi supermarket. Karena makanan nabati lebih menarik, terutama dari segi kesehatan. Menurut Beck, nantinya akan banyak makanan ringan variasi baru seperti makanan olahan yang mengandung minyak nabati.

3. Tepung alternatif

Menurut Beck, tren diet nabati yang diprediksi akan terjadi tahun 2020 juga akan mendorong orang memilih tepung dari buah-buahan atau sayuran.

Prediksinya, tepung dari pisang dan kelapa akan menjadi inovasi baru dalam makanan kemasan seperti pasta kering yang berbahan dasar kacang-kacangan. Karena tepung ini mengandung protein dan serat lebih banyak dari gandum biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pecinta Kuliner, 6 Makanan Ini Akan Jadi Tren di Tahun 2020

Pecinta Kuliner, 6 Makanan Ini Akan Jadi Tren di Tahun 2020

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2019 | 14:55 WIB

Liburan Natal dan Tahun Baru, Rossi Berlibur dengan Sang Kekasih di Pantai

Liburan Natal dan Tahun Baru, Rossi Berlibur dengan Sang Kekasih di Pantai

Sport | Rabu, 25 Desember 2019 | 14:29 WIB

Yuk Dipilah, Ini Deretan Item Fesyen yang Akan Ditinggalkan di Tahun 2020

Yuk Dipilah, Ini Deretan Item Fesyen yang Akan Ditinggalkan di Tahun 2020

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:15 WIB

Terkini

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:05 WIB

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:03 WIB

Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman

Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 18:02 WIB

5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal

5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:00 WIB

Era Purbaya Berakhir, Ketua DPRD DKI Singgung Wacana Lobi Menkeu Baru Soal DBH hingga Obligasi

Era Purbaya Berakhir, Ketua DPRD DKI Singgung Wacana Lobi Menkeu Baru Soal DBH hingga Obligasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:58 WIB

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 17:57 WIB

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:56 WIB

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:55 WIB

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:52 WIB

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

×