- Suhud berharap pergantian Menteri Keuangan mencairkan Dana Bagi Hasil yang tertahan.
- DPRD DKI Jakarta berencana melobi pemerintah pusat kembali untuk menerbitkan obligasi daerah yang sebelumnya terganjal izin.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini penunjukan Suahasil Nazara mampu menyelesaikan berbagai permasalahan keuangan daerah.
Suara.com - Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara membuka harapan baru bagi stabilitas neraca kas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, meyakini kehadiran menteri anyar dapat memberikan dampak positif bagi pemenuhan Dana Bagi Hasil (DBH) yang masih tertahan.
“Mudah-mudahan pergantian Menteri Keuangan ini berdampak bagi Jakarta dalam kaitan DBH untuk DKI bisa turun,“ ujarnya usai peresmian LRT Kelapa Gading - Manggarai di Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).
Selain memperjuangkan DBH, parlemen daerah juga kembali menyalakan wacana penerbitan obligasi daerah yang sebelumnya sempat terganjal izin pada era Purbaya.
Suhud melihat adanya peluang politik anggaran yang cukup terbuka untuk merealisasikan instrumen pembiayaan tersebut.
“Kami akan lobi lagi ya mumpung masih baru, ya mudah-mudahan nanti Pak Gubernur, juga nanti DPRD, akan melobi pemerintah pusat,“ tuturnya.
![Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/15/53678-sertijab-menteri-keuangan-suahasil-nazara-dan-purbaya-yudhi-sadewa.jpg)
Tertahannya dana transfer dari pusat diklaim telah memicu defisit yang berujung pada pengetatan belanja daerah secara signifikan.
Oleh karena itu, keberhasilan lobi ke Kementerian Keuangan dinilai bakal menjadi penentu kelangsungan berbagai program prioritas Jakarta pada sisa tahun anggaran.
Sebelumnya, Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta juga sempat menyinggung soal asa baru di balik pergantian Menteri Keuangan.
Meski tidak secara spesifik membahas DBH maupun rencana obligasi Jakarta yang tertahan di era Purbaya, Pramono meyakini penunjukkan Suahasil bisa menuntaskan banyak masalah.
“Mudah-mudahan keputusan Bapak Presiden untuk Menteri Keuangan ini adalah yang terbaik, dan kami mendoakan yang terbaik, dan sekaligus menyelesaikan banyak hal,“ ucap Pramono pada Senin (14/9/2026).