Array

Main Gadget Sambil Jalan Bisa Tingkatkan Risiko Cedera, Ini Temuan Studi

Senin, 30 Desember 2019 | 12:35 WIB
Main Gadget Sambil Jalan Bisa Tingkatkan Risiko Cedera, Ini Temuan Studi
Ilustrasi berkendara sambil pakai ponsel. [Shutterstock]

Suara.com - Saat ini smartphone atau gadget telah menjadi kebutuhan semua orang. Tetapi, penggunaan gadget sekarang ini justru meningkatkan cedera tertentu.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Otoaryngol Head Neck Surgery, menunjukkan bahwa kasus cedera fisik lebih meningkat sejak munculnya gadget.

Tim peneliti dari Rutgers New Jersey Medical School di New Jersey telah meneliti data dari kasus cedera kepala dan leher di Amerika Serikat sejak tahun 1998 hingga 2017.

Hasilnya, peneliti menemukan peningkatan cedera terakit smartphone dimulai tahun 2007. Sejak itu, kemajuan teknologi meningkatkan cedera terkait penggunaannya yang berkembang lebih cepat.

"Meskipun telepon seluler sudah ada sebelum itu, tetapi fungsi dan waktu penggunaannya masih terbatas. Berbeda dengan smartphone sekarang yang menyediakan berbagai aplikasi, internet dan akses yang serba dipermudah," tulis pada peneliti dalam studi tersebut, dilansir dari people.com.

Ilustrasi ponsel atau smartphone. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ponsel atau smartphone. (Sumber: Shutterstock)

Adapun cedera fisik terkait penggunaan smartphone yang menjadi sorotan peneliti adalah laserasi, luka memar, dan lecet. Studi mengungkap sebanyak 6 juta pasien menjalani rawat inap setiap tahunya akibat laserasi dari pengguaan gadget.

Peneliti juga mengatakan laserasi dan bekas luka ini bisa menyebabkan kecemasan dan menurunkan kepercayaan diri. Jadi, kondisi ini bisa mengubah perilaku seseorang menjadi antisosial.

Seseorang yang paling mungkin mengalami peningkatan risiko cedera akibat penggunaan smartphone, yakni usia 13 hingga 29 tahun. Hal itu terutama bagi orang-orang yang sering menggunakan smartphone sambil berjalan atau menyetir.

Hal tersebut karena penggunaan smartphone sambil berjalan dan membawa kendaraan justru meningkatkan risiko kecelakaan. Data Administrasi Keselamatan Lalu Linta Jalan Raya Nasional pada 2017 pun menemukan sebanyak 3 ribuan orang telah meninggal dunia dalam kecelakaan karena penggunaan smartphone.

Baca Juga: Mengenal Narkoba Happy Five Milik Ibra Azhari, Efeknya Lebih Mematikan

Berdasarkan temuan tersebut, penulis penelitian terkait menyarankan untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi risiko yang muncul akibat multitasking saat menggunakan perangkat seluler.

Menurut mereka, sekarang ini banyak smartphone yang bersaing untuk menarik perhatian penggunanya. Hal ini memancing orang menggunakan smartphone saat berkendara atau berjalan yang membahayakan keselamatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI