Jakarta Banjir, Masyarakat Harus Waspada 4 Penyakit Menular Ini

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rosiana Chozanah

Rabu, 01 Januari 2020 | 14:19 WIB
Jakarta Banjir, Masyarakat Harus Waspada 4 Penyakit Menular Ini
Seorang warga menggotong barang saat banjir merendam kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Rabu (1/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Hujan deras yang melanda sejak Selasa (31/12/2019) membuat sejumlah titik di DKI Jakarta terendam banjir dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa.

Kondisi ini pun membuat banyak perumahan warga tergenang air kotor. Sayangnya, bencana ini justru dijadikan 'wahana bermain' bagi anak-anak.

Seperti yang terjadi di kawasan Pesing, Jakarta Barat ini, di mana tiga anak tertangkap kamera sedang mandi menggunakan air banjir.

Video ini diunggah oleh seorang warganet di akun Twitter-nya, @anisatrhihh.

Banjir di Pesing, Jakarta Barat (Twitter/)
Banjir di Pesing, Jakarta Barat (Twitter/anisatrhihh.)

Hal ini tentu berbahaya. Sebab, ada peningkatan risiko infeksi penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung dengan air yang tercemar.

Melansir laman Kementerian Kesehatan RI, masyarakat harus mewaspadai penyakit yang umumnya menular saat musim banjir, sebagai berikut:

1. Diare

Sumber air minum masyarakat, terutama yang bersumber dari air sumur dangkal, akan tercemar, terlebih di tempat pengungsian, di mana sumber air bersih sangat terbatas. Kondisi ini berpotensi menularkan diare secara cepat.

2. Leptospirosis

baca juga

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira dan tergolong zoonosis karena ditularkan melalui hewan.

Di Indonesia hewan penular utamanya adalah tikus, yang membawa bakteri itu melalui kotoran dan air kencingnya. Seseorang yang memiliki luka terbuka kemudian terendam air yang terkontaminasi berpotensi terinfeksi bakteri leptospira.

3. Penyakit kulit

Penyakit ini dapat berupa infeksi, alergi, atau bentuk lainnya. Faktor berkumpulnya orang-orang, misalnya di tempat pengungsian, juga berperan dalam penularan infeksi kulit.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utamanya berupa batuk dan demam yang kemungkinan disertai sesak napas, nyeri, dan lain-lain.

Sama seperti penyakit kulit, faktor berkumpulnya banyak orang di tempat pengungsian korban banjir juga berperan dalam penyebaran ISPA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Dilanda Banjir, Polisi Lakukan Pemetaan

Jakarta Dilanda Banjir, Polisi Lakukan Pemetaan

News | Rabu, 01 Januari 2020 | 14:11 WIB

Banjir Cipinang Melayu Jakarta Timur, Satu Guru Ngaji Meninggal Dunia

Banjir Cipinang Melayu Jakarta Timur, Satu Guru Ngaji Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Januari 2020 | 14:09 WIB

Banjir Melanda Depok, Jadi Berkah bagi Warga yang Hobi Mancing

Banjir Melanda Depok, Jadi Berkah bagi Warga yang Hobi Mancing

Lifestyle | Rabu, 01 Januari 2020 | 13:59 WIB

Viral Potret Motor Jadi Korban Banjir, Komentar Warganet Bikin Salah Fokus

Viral Potret Motor Jadi Korban Banjir, Komentar Warganet Bikin Salah Fokus

Otomotif | Rabu, 01 Januari 2020 | 13:58 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×