alexametrics

Puasa Intermiten Membantu Hidup Lebih Lama dan Memerangi Penyakit

Yasinta Rahmawati
Puasa Intermiten Membantu Hidup Lebih Lama dan Memerangi Penyakit
Ilustrasi program diet. (Shutterstock)

Puasa intermiten seseorang untuk makan dalam jangka waktu yang singkat.

Suara.com - Intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi tren gaya hidup yang dilakoni banyak selebriti Hollywood belakangan ini. Lebih dari sekadar diet, para peneliti telah menemukan manfaat kesehatan yang mengejutkan mengenai puasa intermiten.

Dilansir dari People, dalam sebuah makalah yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, para peneliti menyarankan bahwa puasa intermiten dapat membantu orang memerangi obesitas, diabetes, penyakit jantung, kanker dan gangguan neurologis.

Konsep puasa intermiten pada dasarnya sederhana, di mana mengharuskan seseorang untuk makan dalam jangka waktu yang singkat. Biasanya sekitar enam hingga delapan jam, sebelum berpuasa sepanjang hari.

Dengan begitu, tubuh akan menyalakan "saklar metabolisme" untuk mengubah lemak menjadi energi sambil mempertahankan massa dan fungsi otot.

Baca Juga: Ed Sheeran Diet Sehat, Begini Perjuangannya hingga Susut 30 Kg

"Bukti-bukti terakumulasi bahwa saklar metabolik ini memicu banyak jalur pensinyalan di dalam sel dan berbagai organ yang meningkatkan ketahanan terhadap stres dan daya tahan tubuh," kata profesor tambahan Matt Mattson dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, salah satu penulis studi tersebut.

Ilustrasi buah dan sayur, diet. (Shutterstock)
Ilustrasi buah dan sayur, diet. (Shutterstock)

"Jika Anda makan tiga kali sehari plus jatah makan ... Anda mungkin tidak pernah mengalami perubahan metabolisme," tambah Mattson, yang telah mempraktikkan puasa intermiten selama hampir tiga dekade.

Menurut makalah itu, Mattson dan rekan penulisnya meyakini puasa intermiten membuat tubuh tidak memproduksi radikal bebas, yang merupakan atom tidak stabil yang dapat merusak sel dan menyebabkan penyakit serta penuaan. Ini juga dapat mengatur gula darah.

Mattson mengatakan penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa puasa intermiten dapat memicu sesuatu dalam tubuh yang diadaptasi dari nenek moyang kita, yang harus bertahan hidup tanpa makanan untuk jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Demi Adegan di Kamar Mandi, Henry Cavill Rela Diet Air hingga Dehidrasi

Komentar