Mengurangi Jumlah Asupan Kalori Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 02 Januari 2020 | 14:20 WIB
Mengurangi Jumlah Asupan Kalori Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Suara.com - Membatasi atau mengurangi jumlah asupan kalori, yang merupakan sumber energi, adalah prinsip utama dari sebagian besar program diet. Meski benar, mengurangi jumlah kalori ternyata memiliki pengaruh terhadap tubuh dan pikiran dalam cara lain.

Makan terlalu sedikit kalori, yang mana di bawah kebutuhan harian yang disarankan, dapat memiliki efek kontraproduktif, seperti menghilangkan nutrisi penting.

Selain itu, tubuh dirancang untuk menyimpan cadangan energi untuk bertahan hidup. Dengan mengurangi asupan energi (dalam hal ini kalori), tingkat metabolisme menjadi lebih rendah untuk mengimbanginya.

Asupan kalori harian yang disarankan untuk setiap orang tergantung pada berbagai faktor, misalnya usia, tinggi badan, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas orang tersebut.

The Office of Disease Prevention and Health Promotion's Dietary Guidelines for Americans menyarankan, wanita dewasa yang sehat harus mengonsumsi antara 1.200 hingga 2.400 kalori per harinya, dan asupan untuk pria adalah 2.000 hingga 3.000 kalori.

Ilustrasi diet. (Shutterstock)
Ilustrasi diet. (Shutterstock)

Berdasarkan studi International Journal of Obesity, seperti dilansir Livestrong, membatasi kalori dapat menurunkan kadar leptin, hormon yang mengatur rasa kenyang. Hal ini justru mengarah pada meningkatnya nafsu makan, kelaparan, dan keinginan untuk makan.

Pembatasan kalori juga dapat menyebabkan seseorang mengidam, peningkatan respons emosional dan sensorik terhadap makanan, serta penurunan kontrol kognitif terhadap makanan. Semua ini merupakan faktor dari meningkatnya berat badan.

Di sisi lain, membatasi jumlah asupan kalori bukanlah strategi jangka panjang yang efektif untuk mengatur berat badan. Sebagai gantinya, orang tersebut harus menjaga pola makan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik.

Sebelum mengurangi jumlah asupan kalori secara drastis, orang tersebut harus berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, dan itu adalah pilihan sehat untuk gaya hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resolusi 2020, Begini Cara Wujudkan Diet Antigagal

Resolusi 2020, Begini Cara Wujudkan Diet Antigagal

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 07:30 WIB

Tekanan Deadline di Kantor Mendorong Pekerja Konsumsi Makanan Berkalori

Tekanan Deadline di Kantor Mendorong Pekerja Konsumsi Makanan Berkalori

Health | Rabu, 01 Januari 2020 | 20:12 WIB

Ingin Hidup Lebih Sehat, Amanda Rawles Siap Coba Diet Vegan

Ingin Hidup Lebih Sehat, Amanda Rawles Siap Coba Diet Vegan

Health | Senin, 30 Desember 2019 | 07:25 WIB

5 Berita Kesehatan Menarik: KLB Hepatitis A di Jember, Tren Diet Nabati

5 Berita Kesehatan Menarik: KLB Hepatitis A di Jember, Tren Diet Nabati

Health | Minggu, 29 Desember 2019 | 20:42 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB