Skuter Listrik Jadi Penyebab Masalah Kesehatan Baru pada Masyarakat Urban

Vania Rossa | Risna Halidi
Skuter Listrik Jadi Penyebab Masalah Kesehatan Baru pada Masyarakat Urban
Skuter listrik dan tempat pengambilan serta pengembaliannya di salah satu sudut kota Moskwa, Rusia. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Skuter listrik lagi digandrungi, tapi waspada pada dampaknya terhadap keselamatan dan kesehatan.

Suara.com - Skuter listrik atau eScooter sempat menjadi fenomena di Jakarta. Alat yang didesain seperti papan seluncur lengkap dengan stang dan kekuatan listrik tersebut kerap dijadikan andalan anak muda untuk berkeliling kota.

Bahkan, ada beberapa operator skuter listrik yang muncul di Jakarta dan dapat digunakan secara bebas. Sampai pada pertengahan November 2019 lalu, terjadi kecelakan pengguna skuter listrik di kawasan Senayan, di mana dua pengguna skuter listrik dinyatakan meninggal dunia karena ditabrak mobil di jalan raya.

Saat itu juga muncul debat apakah skuter listrik aman untuk digunakan atau tidak. Sebagai tambahan, sebuah riset yang dipublikan oleh jurnal JAMA Surgery mencatat bahwa skuter listrik telah menjadi 'masalah kesehatan urban yang menakutkan'

Data dari penelitian tersebut diambil dari National Electronic Injury Surveillance System di Amerika Serikat.

Dari 2014 sampai 2018, peneliti mencatat lebih dari 39.000 orang di AS cedera saat menggunakan skuter listrik dengan 3.300 orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Tahun 2018 merupakan tahun kecelakaan skuter listrik paling tinggi di AS, dengan 14.500 orang cedera dan hampir 1.400 dirawat. Angka tersebut naik 8.000 dan 700 dari tahun sebelumnya.

Sepertiga kasus cedera pada 2018 melibatkan cedera kepala, yang adalah penyebab angka kasus cedera kepala paling tinggi bahkan dibanding kasus karena sepeda.

Cedera paling umum yang terjadi pada 2014 sampai 2018 adalah lebam, lecet, dan luka terbuka dengan usia korban rata-rata dari 18 tahun sampai 34 tahun.

Ini bukanlah penelitian pertama yang mengupas mengenai bahaya skuter listrik. Pada 2018 lalu, sebuah studi yang dilakukan si Texas, Amerika Serikat, mengungkap bagaimana terdapat 200 kasus kecelakaan akibat skuter listrik hanya dalam waktu tiga bulan.

"Cedera hampir dua kali lipat terjadi akibat skuter listrik, bukti untuk menyerukan peningkatan langkah-langkah serta peraturan keselamatan pengendara," tulis para peneliti seraya menambahkan bahwa banyak kasus cedera kecil terkait skuter listrik yang mungkin tidak dilaporkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS