Duh, Studi Sebut Anak Perempuan Sering Merasa Kalah Pintar dari Anak Lelaki

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 10 Januari 2020 | 15:15 WIB
Duh, Studi Sebut Anak Perempuan Sering Merasa Kalah Pintar dari Anak Lelaki
ilustrasi anak sekolah perempuan. [shutterstock]

Suara.com - Duh, Studi Sebut Anak Perempuan Sering Merasa Kalah Pintar dari Anak Lelaki

Kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Namun pada anak-anak, jenis kelamin diketahui mengubah persepsi seseorang tentang kesuksesan.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Science menunjukkan bahwa anak-anak perempuan berusia paling muda enam tahun dapat diarahkan untuk meyakini bahwa laki-laki pada dasarnya lebih cerdas dan lebih berbakat dibandingkan perempuan.

Hal ini membuat anak-anak perempuan kurang termotivasi untuk bisa melakukan aktivitas-aktivitas baru atau mencapai karir ambisius.

Bahwa stereotip seperti itu ada tidak terlalu mengherankan, namun penemuan itu menunjukkan bahwa bias-bias tersebut dapat mempengaruhi anak-anak sejak sangat dini.

"Sebagai masyarakat, kita lebih mengasosiasikan tingkat kemampuan intelektual tinggi dengan laki-laki daripada perempuan, dan penelitian kami menunjukkan bahwa asosiasi ini diserap oleh anak-anak yang masih berusia enam atau tujuh tahun," ujar Andrei Cimpian, profesor madya di departemen psikologi di New York University, dilansir VOA Indonesia.

Cimpian adalah salah satu penulis studi tersebut, yang mengamati 400 anak usia lima sampai tujuh tahun.

Namun ketika mereka semakin besar dan mulai bersekolah, anak-anak ternyata mulai mendorong stereotip gender. Pada usia enam dan tujuh, anak-anak perempuan 'secara signifikan' lebih tidak memilih perempuan. Hasilnya serupa ketika anak-anak ditunjukkan foto-foto teman sebaya mereka.

Menariknya, ketika diminta untuk memilih anak-anak yang kelihatannya berprestasi di sekolah, bukannya pintar, anak-anak perempuan memilih prempuan, yang berarti bahwa persepsi mereka tentang kebrilianan tidak didasarkan pada kinerja akademis.

Akibatnya, karena percaya mereka tidak sepintar anak-anak laki-laki, anak-anak perempuan cenderung menjauh dari jurusan dan bidang yang sulit, menyebabkan perbedaan besar dalam aspirasi dan pilihan karir antara perempuan dan laki-laki.

Ilustrasi keluarga, orangtua dan anak perempuannya. (Shutterstock)
Ilustrasi keluarga, orangtua dan anak perempuannya. (Shutterstock)

"Stereotip-stereotip ini membuat perempuan tidak terdorong mengejar banyak karir yang presitisius, dan perempuan kurang terwakili di bidang-bidang yang menjunjung kecemerlangan," tulis para peneliti.

Masih belum jelas dari mana stereotip itu datang. Orangtua, guru dan kawan-kawan serta media adalah tersangka utama, ujar Cimpian. Namun jelas bahwa harus ada tindakan yang diambil agar bias-bias ini tidak menghambat aspirasi profesional anak-anak perempuan.

"Tanamkan ide bahwa keberhasilan dalam semua pekerjaan bukanlah kemampuan bawaan, apa pun itu, tapi yang lebih penting adalah tekun dan bersemangat," ujar Cimpian, menambahkan bahwa paparan terhadap perempuan-perempuan yang sukses dan dapat menjadi panutan juga membantu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Ibu Hamil Makan Omega-3, Risiko Anak Idap Asma Berkurang

Studi: Ibu Hamil Makan Omega-3, Risiko Anak Idap Asma Berkurang

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 14:18 WIB

Pertimbangan Psikologis, 6 dari 12 Siswi SD Korban Guru Cabul Tak Diperiksa

Pertimbangan Psikologis, 6 dari 12 Siswi SD Korban Guru Cabul Tak Diperiksa

Jogja | Jum'at, 10 Januari 2020 | 11:40 WIB

Anji Kesal, Anaknya Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan dari Petugas Bandara

Anji Kesal, Anaknya Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan dari Petugas Bandara

Lifestyle | Jum'at, 10 Januari 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB