Akibat Termometer Rusak, Balita 3 Tahun Rawat Inap selama 20 Hari

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 12 Januari 2020 | 12:40 WIB
Akibat Termometer Rusak, Balita 3 Tahun Rawat Inap selama 20 Hari
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Balita 3 tahun asal China menjalani rawat inap di Rumah Sakit Rehabilitasi Mingzhou Zheijang karena menderita demam selama 20 hari. Setelah ditelusuri, ternyata anak itu tidak sakit tapi hanya termometer yang bermasalah.

Mulanya, ayah dari balita itu mengatakan bahwa anaknya menderita demam terus-menerus yang tak kunjung turun sejak 8 Desember 2019. Saat itu sang ayah memang hanya mengecek suhu tubuh anaknya yang demam menggunakan termometer.

Karena berhari-hari demamnya tak turun, anak tersebut didiagnosis menderita infeksi bakteri di paru-paru. Setelah bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit selama berbulan-bulan, kondisi balita tersebut mulai stabil.

Akhirnya, anak itu pun dipindahkan ke rumah sakit lain di Zheijang. Tiga hari berselang, anak itu kembali menderita demam.

Kondisi ini pun cukup mengkhawatirkan karena dokter sebelumnya memberi tahu bahwa demam bisa berakibat fatal pada kondisi bocah tersebut.

Tapi, ayah dari balita itu lantas menduga ada sesuatu yang tidak beres. Karena, hasil CT scan dan tes darah menunjukkan kondisi tubuh anaknya normal selama 20 hari. Selain itu, anaknya juga tampak bersemangat meski hasil termometernya menunjukkan ia demam.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Bahkan sang ayah juga melihat dokter tidak mersepkan obat untuk menurunkan demam anaknya. Saat itulah sang ayah mulai curiga mengapa hanya termometer yang menunjukkan suhu tubuh anaknya tinggi.

"Di rumah sakit ini, setiap pasien diberikan termometer merkuri sendiri. Perawat sesekali menggunakan termometer digital di dahi atau telinga. Tetapi, hasilnya normal atau sedikit lebih tinggi, yakni 37 derajat celcius," kata ayah balita tersebut dikutip dari Asia One.

Namun, sang ayah melihat perawat juga tidak menunjukkan rasa khawatir mengenai kondisi anaknya dan terus melaporkan bahwa anaknya menderita demam berdasarkan suhu tubuh di bagian dubur.

baca juga

Setelah 20 hari itu akhirnya sang ayah mengecek sendiri suhu tubuh anaknya dengan meminta termometer baru. Ia seolah tak percaya kalau ternyata suhu tubuh anaknya normal dari hasil pemeriksaan dua jenis termometer.

Ternyata selama 20 hari di rumah sakit itu, termometer lama selalu menunjukkan suhu tubuh anaknya 29,3 derajat celcius. Sementara termometer baru menunjukkan suhu tubuh anaknya mencapai 37,8 derajat celcius.

Saat itulah sang ayah mengetahui kalau pihak rumah sakit telah menggunakan termometer yang bermasalah setiap kali mengecek suhu tubuh anaknya.

Dalam kasus ini, sang ayah tidak hanya mengkhawatirkan tentang biaya tagihan rumah sakit anaknya selama dirawat 20 hari. Tetapi juga kondisi tubuh anaknya yang menerima segala macam obat dan suntikan karena disangka demam.

Kini, rumah sakit masih mendiskusikan mengenai kompensasi untuk biaya rumah sakit anak tersebut. Sementara itu, anak ini masih menjalani perawatan infeksi paru-paru sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Pasien Meninggal, Dinkes Bantul Waspadai Lonjakan DBD Terjadi Tahun Ini

4 Pasien Meninggal, Dinkes Bantul Waspadai Lonjakan DBD Terjadi Tahun Ini

Jogja | Kamis, 09 Januari 2020 | 13:30 WIB

Cegah DBD di Musim Hujan, Pemberantasan Sarang Nyamuk Wajib Dilakukan

Cegah DBD di Musim Hujan, Pemberantasan Sarang Nyamuk Wajib Dilakukan

Health | Minggu, 29 Desember 2019 | 15:40 WIB

Balita 3 Tahun Kena Gejala Infeksi Bakteri karena Belatung di Selang Infus

Balita 3 Tahun Kena Gejala Infeksi Bakteri karena Belatung di Selang Infus

Health | Rabu, 25 Desember 2019 | 17:11 WIB

Terkini

Ketum PSSI-nya India: Lawan Brasil Lebih Bergengsi Dibanding Hadapi Timnas Indonesia

Ketum PSSI-nya India: Lawan Brasil Lebih Bergengsi Dibanding Hadapi Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Review Second Sister: Ketika Cyberbullying Mengubah Hidup Seseorang

Review Second Sister: Ketika Cyberbullying Mengubah Hidup Seseorang

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Pedoman Hari Pramuka 2026 Sesuai Panduan Resmi Kwarnas, Simak Ketentuannya

Pedoman Hari Pramuka 2026 Sesuai Panduan Resmi Kwarnas, Simak Ketentuannya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:33 WIB

BNN Gerebek 101 Billiard & Caf Tegal, Temukan Ekstasi Sabu dan 9 Orang Positif Narkotika

BNN Gerebek 101 Billiard & Caf Tegal, Temukan Ekstasi Sabu dan 9 Orang Positif Narkotika

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Novel Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa, Kisah Haru Para Arwah Hewan

Novel Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa, Kisah Haru Para Arwah Hewan

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Kami Cari Lawan yang Lebih Kuat! India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026

Kami Cari Lawan yang Lebih Kuat! India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Simulasi Kredit Syariah Toyota Avanza dan Spesifikasi Agar Finansial Aman, Gaji Minimal Berapa?

Simulasi Kredit Syariah Toyota Avanza dan Spesifikasi Agar Finansial Aman, Gaji Minimal Berapa?

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Evolusi Kemiren: Dialektika Kepemimpinan Kang Edai dan Ekosistem DSA

Evolusi Kemiren: Dialektika Kepemimpinan Kang Edai dan Ekosistem DSA

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Guru Kini Bisa Lapor Langsung Temuan Janggal MBG ke BGN via Email Khusus

Guru Kini Bisa Lapor Langsung Temuan Janggal MBG ke BGN via Email Khusus

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:17 WIB

×