Mi Instan Direbus Bersama Kemasannya, Ini Kata Pakar

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 16 Januari 2020 | 15:14 WIB
Mi Instan Direbus Bersama Kemasannya, Ini Kata Pakar
Merebus Mi Instan. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa hari lalu, jagad Twitter sempat viral dengan aksi tukang bakso yang merebus mi instan bersama dengan kemasannya. Padahal, seperti yang kita tahu, kemasan plastik sangatlah berbahaya jika dipanaskan atau bersentuhan dengan makanan panas.

Lalu bagaimana pendapat pakar soal hal ini? Benarkah kemasan plastik mi instan yang ikut direbus itu bisa mengontaminasi makanan yang direbus bersama dengannya?

Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS membenarkan zat berbahaya plastik yang direbus akan mengontaminasi air dan makanan. Tapi, efeknya tidak akan langsung terasa dalam jangka pendek, melainkan berimbas pada jangka panjang.

"Itu pasti terjadi kontaminasi. Dan plastik itu kan tidak masuk kategori makanan, oleh karena itu dia pasti akan mengganggu kegiatan, bukan dalam jangka pendek, tapi jangka panjang," ujar Prof. Ali saat dihubungi Suara.com, Kamis (16/1/2020)

"Kadang-kadang, orang makan plastik campur bakso itu dia rasa nggak ada masalah. Itu (kalau) sekali, tapi kalau jadi kebiasan?" lanjutnya.

Prof. Ali menyoroti kasus ini pernah terjadi seperti minyak goreng yang dipanaskan bersama dengan bungkus plastiknya, untuk membuat rasa makanan lebih gurih. Padahal, itu tidak boleh, karena sesuatu yang bukan memang sebaiknya tidak diproses sebagai makanan. Ia kemudian meminta para pedagang untuk diedukasi dan diberi pemahaman terkait ini.

Dosen yang yang aktif di Departemen Gizi Masyarakat IPB itu mengatakan zat yang boleh masuk ke tubuh adalah makanan, dan plastik tidak boleh masuk ke tubuh karena dampaknya akan berbahaya.

"Kalau unsur plastik itu kan harusnya bukan makanan, sehingga tentu tidak bisa dikatakan aman saja, karena bagaimanapun kalau dia tidak berupa makanan, tidak boleh masuk dalam tubuh seseorang. Tapi biasanya orang sering kaitkan kanker dan sebagainya," papar Prof. Ali.

Sayangnya, apakah benar hal ini bisa menyebabkan kanker, belum ada penelitian lebih lanjut terkait hal ini. Kata Prof. Ali, kanker bersifat multi faktor, dan bukan single faktor.

baca juga

"Ini yang terus terang saya belum baca, tetapi diketahui bahwa kanker itu penyakit yang penyebabnya multi faktor, tidak danggap single faktor, artinya kalau sudah kena kanker yang dirasakan, dia harus berobat karena sifat kanker itu yang multifaktor," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menu Darurat Enak saat Banjir Melanda, Yuk Cobain 4 Kreasi Mi Instan Ini!

Menu Darurat Enak saat Banjir Melanda, Yuk Cobain 4 Kreasi Mi Instan Ini!

Lifestyle | Jum'at, 03 Januari 2020 | 14:25 WIB

Banjir, Jangan Sembarangan Makan Mi Instan

Banjir, Jangan Sembarangan Makan Mi Instan

Health | Rabu, 01 Januari 2020 | 20:20 WIB

Selamat, Indomie Jadi Mi Instan Terlezat versi Media Internasional

Selamat, Indomie Jadi Mi Instan Terlezat versi Media Internasional

Lifestyle | Senin, 11 November 2019 | 12:16 WIB

Terkini

Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari

Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 11:36 WIB

Abu Erupsi Anak Krakatau Bikin Liburan Wisatawan Jakarta Molor, Hotel Lombok Jadi Sasaran

Abu Erupsi Anak Krakatau Bikin Liburan Wisatawan Jakarta Molor, Hotel Lombok Jadi Sasaran

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 11:35 WIB

The Whisper Man: Sajikan Visual Mencekam namun Naskah Terlalu Formulaik

The Whisper Man: Sajikan Visual Mencekam namun Naskah Terlalu Formulaik

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 11:35 WIB

Bedak Two Way Cake Apa yang Paling Bagus? Ini 7 Rekomendasinya yang Terlaris di Shopee

Bedak Two Way Cake Apa yang Paling Bagus? Ini 7 Rekomendasinya yang Terlaris di Shopee

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 11:35 WIB

2 Negara Tetangga RI Keluarkan Peringatan Pasca Gunung Anak Krakatau Meletus

2 Negara Tetangga RI Keluarkan Peringatan Pasca Gunung Anak Krakatau Meletus

News | Senin, 07 September 2026 | 11:31 WIB

Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 11:26 WIB

Karhutla Masih Mengganas di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Karhutla Masih Mengganas di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Riau | Senin, 07 September 2026 | 11:25 WIB

Saat Hewan Peliharaan Tinggal di Rumah, Kualitas Udara Ikut Jadi Perhatian

Saat Hewan Peliharaan Tinggal di Rumah, Kualitas Udara Ikut Jadi Perhatian

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 11:25 WIB

Bukan Menolak Geothermal, DPRD Jateng Minta Hitung Ulang Dampak PLTP Gunung Ungaran

Bukan Menolak Geothermal, DPRD Jateng Minta Hitung Ulang Dampak PLTP Gunung Ungaran

Jawa Tengah | Senin, 07 September 2026 | 11:24 WIB

Burnout dan Tekanan Harus Selalu Kuat: Perempuan Juga Berhak Merasa Lelah

Burnout dan Tekanan Harus Selalu Kuat: Perempuan Juga Berhak Merasa Lelah

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 11:19 WIB

×