Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Tumor dan Kanker, Ini Penjelasannya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 21 Januari 2020 | 15:08 WIB
Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Tumor dan Kanker, Ini Penjelasannya!
Ilustrasi akupuntur. (shutterstock)

Suara.com - Anda pasti sudah tidak asing dengan akupuntur yang merupakan perawatan tradisional China. Sebuah studi baru pun menemukan bahwa perawatan akupuntur China bisa mengatasi tumor hingga kanker.

Tim ilmuwan China mengadaptasi teknik pengobatan tradisional ini untuk menciptakan bentuk elektro-kemoterapi pada tikus yang menderita tumor otak. Hasilnya, tumor tikus percobaan mengalami penyusutan kurang dari 1 persen dari ukuran awalnya.

Tim dari Laboratorium Kunci Negara Bagian Kimia Elektroanalitik melakukan percobaan ini dengan memasukkan sepasang jarum berinsulasi ke dalam kepala tikus dan menusuk tumor dengan ujung yang diisi satu negatif dan satu positif.

Menurut National Science Review dilansir oleh Asia One, jarum itu memecah molekul air menjadi oksigen dan hidrogen yang membuat sel-sel kanker "meledak dan mati" ketika arus listrik dihidupkan.

Awalnya, tikus diberi dosis dua kali sehari, pengobatan 10 menit selama 3 hari berturut-turut. Lalu 16 hari setelah perawatan, tumor yang seukuran kacang telah menyusut menjadi hanya 0,38 persen dari ukuran aslinya.

Ilustrasi jarum akupuntur. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi jarum akupuntur. (Sumber: Shutterstock)

Penelitian utama Jin Yongdong dari Institut Kimia Terapan Changchun, Akademi Ilmu Pengetahuan China, kemudian mengulangi percobaan pada tikus dengan kanker payudara dan hasilnya pun sama.

Menurut Jin, teknik elektro-kemoterapi ini merupakan cara sederhana, sangat efisien dan minimal invasif, tidak memerlukan peralatan medis mahal dan obat-obatan.

Misalnya, kemoterapi menggunakan bahan kimia beracun untuk membunuh tumor, pengobatan ini bisa merusak organ tubuh lainnya. Bahkan beberapa penelitian memperkirakan hanya 0,01 persen obat yang benar-benar mencapai tumor dan sel-sel jahat.

Namun, teknik pengobatan menggunakan jarum akupuntur sekarang ini hanya bisa diandalkan untuk mengatasi tumor padat dan belum berlaku untuk tumor tidak padat, seperti kanker paru-paru atau hati.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Renggut Masa Depan Generasi Penerus Bangsa dengan Asap Mematikan

Jangan Renggut Masa Depan Generasi Penerus Bangsa dengan Asap Mematikan

Your Say | Senin, 20 Januari 2020 | 14:49 WIB

Lagi Ngetren Diet Tinggi Protein, Peneliti Imbau Risiko Kanker

Lagi Ngetren Diet Tinggi Protein, Peneliti Imbau Risiko Kanker

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 12:35 WIB

Interview: Kenangan Mayky Wongkar dan Ria Irawan Lawan Penyakit Kanker

Interview: Kenangan Mayky Wongkar dan Ria Irawan Lawan Penyakit Kanker

Entertainment | Minggu, 19 Januari 2020 | 11:15 WIB

Terkini

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Kalbar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×