WHO Tunda Deklarasi Virus Corona Kondisi Darurat Kesehatan Global, Mengapa?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 23 Januari 2020 | 09:41 WIB
WHO Tunda Deklarasi Virus Corona Kondisi Darurat Kesehatan Global, Mengapa?
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengadakan pertemuan mendadak yang membahas tentang virus corona yang sedang mewabah di China dan beberapa negara Asia pada Rabu (22/1/2020) di Jenewa, Swiss.

Hasilnya, WHO memilih untuk menunda keputusan untuk mendeklarasi virus corona sebagai kondisi darurat kesehatan global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dokter membutuhkan informasi lebih lanjut dan dia meminta komitenya untuk mengadakan pertemuan kembali pada Kamis (23/1/2020).

"Hari ini ada diskusi yang sangat baik selama pertemuan komite, tetapi juga jelas bahwa untuk melanjutkannya kita memerlukan lebih banyak informasi," kata Tedros dalam konferensi pers, dilansir CNBC.

Tedros mengatakan, dalam pertemuan ini semua komite telah mempertimbangkan apakah wabah ini akan dikatakan sebagai kondisi darurat kesehatan global atau tidak. Untuk itu, Tedros mengatakan WHO telah memerintahkan peneliti lapangan di China untuk mengumpulkan data tambahan.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

"Keputusan tentang apakah atau tidak menyatakan sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional adalah keputusan yang saya ambil dengan sangat serius dan keputusan yang hanya saya siapkan dengan mempertimbangkan semua bukti dengan tepat," sambung Tedros.

WHO mendefinisikan kondisi darurat kesehatan global, yang juga dikenal sebagai Darurat Kesehatan Publik Internasional, sebagai peristiwa luar biasa yang serius, tidak biasa atau tidak terduga.

Dengan tidak mendeklarasikan wabah ini sebagai darurat global, artinya Tedros meminta negara-negara untuk tidak memberlakukan larangan perjalanan atau perdagangan.

Sedangkan saat ini, pemerintah Wuhan telah menangguhkan semua transportasi umum demi memerangi wabah virus corona dengan lebih baik.

baca juga

Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak meninggalkan kota kecuali dalam keadaan khusus. Selain itu, orang-orang yang keluar rumah diminta untuk memakai masker untuk mencegah infeksi penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Renggut 9 Jiwa, Kualifikasi Tinju Olimpiade 2020 Dibatalkan

Virus Corona Renggut 9 Jiwa, Kualifikasi Tinju Olimpiade 2020 Dibatalkan

Sport | Kamis, 23 Januari 2020 | 06:05 WIB

Virus Corona Diduga Bisa Menyebar Lewat Kelelawar, Ini Temuan Penelitian

Virus Corona Diduga Bisa Menyebar Lewat Kelelawar, Ini Temuan Penelitian

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 08:00 WIB

Timeline Wabah Virus Corona dari China, Kasusnya Makin Bertambah!

Timeline Wabah Virus Corona dari China, Kasusnya Makin Bertambah!

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 07:40 WIB

Terkini

Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar

Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital

Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona

Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:33 WIB

The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan

The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir

Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel

Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:28 WIB

GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore

GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:24 WIB

×