Infeksi Paru-Paru, Anak Autis Meninggal Dunia Tanpa Menunjukkan Gejala

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Infeksi Paru-Paru, Anak Autis Meninggal Dunia Tanpa Menunjukkan Gejala
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Seorang anak autis meninggal dunia akibat infeksi paru-paru tanpa menunjukkan gejala apapun.

Suara.com - Seorang balita 4 tahun asal Irlandia ditemukan meninggal dunia setelah tidak responsif selepas tidur siang di tempat penitipannya.

Balita bernama Cillian O'Driscoll meninggal dunia setelah terinfeksi virus yang menyerang paru-paru. Kondisi inilah yang membuatnya tidak responsif setelah tidur siang.

Ayah Cillian O'Driscoll, dilansir oleh mirror.co.uk, mengaku sangat hancur melihat anaknya yang didiagnosis gangguan autisme non-verbal itu telah meninggal dunia.

Kematian Cillian O'Driscoll ini pun dikhawatirkan menunjukkan bahwa Kinder Care, tempat Cillian O'Driscoll dititipkan, tidak mengikuti aturan Kebijakan Tidur Aman sebelum kejadian.

Cillian O'Driscoll yang seorang anak dengan gangguan autisme seharusnya diperiksa setiap 10 menit ketika tidur. Tetapi, tidak ditemukan ada catatan tertulis mengenai hal itu.

Saat itu, Cillian O'Driscoll tidur di sebuah rumah pohon kecil di ruang bermain creche. Ia memiliki asisten kebutuhan khusus untuk mengawasinya, tetapi asistennya telah pergi 2 jam sebelum kejadian.

Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]
Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]

Sampai akhirnya, sang ayah menerima telepon pada pukul setengah 3 sore yang mengabarkan bahwa anaknya sudah tak sadarkan diri. Saat itu Cillian O'Driscoll pun sudah dilarikan ke Rumah Sakit Universita Cork, Irlandia.

John Paul, ayah Cillian O'Driscoll melihat ketika itu anaknya sudah tidak sadarkan diri, tubuh lesu, dan matanya menutup.

SNA Christine Murray lantas mengatakan bahwa Cillian terlihat mengantuk di pagi hari ketika bermain di rumah pohon kecil kesukaannya.

Lalu, Cillian pergi tidur sekitar pukul setengah 12 siang. Saat itu, Christine sempat meninggalkan Cillian yang tertidur beberapa menit.

Ketika ia kembali, ia tak ingin membangunkan Cillian yang terlihat pulas. Beberapa lama kemudian, ia baru melihat bahwa pipi Cillian kemerahan dan ia mulai khawatir.

Ilustrasi foto rontgen paru-paru. (Shutterstock)
Ilustrasi foto rontgen paru-paru. (Shutterstock)

Seorang pegawai Ciara O'Connor mengaku sempat melihat Cillian menggerakkan tubuhnya sekitar pukul setengah 2 siang. Tetapi, Cillian mulai tidak responsif pukul 2 siang.

Rumah sakit pun sempat melakukan CPR untuk menyelamatkan Cillian, tetapi tidak berhasil. Dokter mengatakan bahwa Cillian meninggal dunia karena serangan pernapasan kardio akibat miokarditis dan pneumonia bronkial bilateral yang parah.

Dokter juga mengatakan bahwa Cillian kemungkinan besar tidak menunjukkan gejala apapun sebelum meninggal dunia.

Akibat kejadian ini, orangttua Cillian berharap agar orangtua maupun asisten anak berkebutuhan khusus harus rutin mengecek kondisi anak dengan ASD secara berkala. Jadi, kondisi seperti Cillian bisa ditangani lebih cepat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS