Waspadai Pneumokokus, Penyakit Mematikan yang Rentan Menyerang Anak-anak

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 19 Januari 2020 | 16:12 WIB
Waspadai Pneumokokus, Penyakit Mematikan yang Rentan Menyerang Anak-anak

Suara.com - Penyakit pneumokokus adalah infeksi akibat bakteri yang disebut streptococcus pneumoniae, yang biasanya memangsa anak-anak kecil dan orang tua.

Bakteri ini bisa menyebabkan berbagai jenis infeksi, yang meliputi infeksi paru-paru atau radang (pneumonia), meningitis (radang selaput yang mengelilingi sumsum tulang belakang atau otak), sepsis (infeksi dalam darah), sinusitis (infeksi pada sinus) dan otitis media (infeksi telinga tengah).

"Misalnya otitis media bukanlah infeksi serius. Tetapi ketika Anda mendapatkannya, Anda perlu antibiotik untuk mengibatinya yang kemudian meningkatkan risiko resistensi antibiotik," kata GSK Vaksin Urusan Urusan Medis Urusan Medis Global dan kesehatan masyarakat dr. Otavio Augusto Leite Cintra dikutip dari Asia One.

Karena, penyakit pneumokokus adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin nomor satu di dunia. Dengan vaksin, Anda tidak perlu lagi antibiotik karena itu sudah menawarkan perlindungan silang di luar apa yang dimaksudkan.

Ada banyak strain S. penumoniae (sekitar 90 serotipe). Namun, hanya sebagian kecil dari strain (sekitar 20 serotipe) yang biasanya bertanggung jawab atas sebagaian besar penyakit pneumokokus.

Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)
Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)

"Di Brazil, penelitian ini menunjukkan bahwa vaksin menyebabkan 80 persen penurunan pneumonia pada anak di bawah usia 2 tahun dan 20 persen penurunan meningitis," jelasnya.

Sebagian besar, anak-anak sehat dapat melawan infeksi dengan pertahanan alami mereka. Sedangkan, anak-anak yang sistem kekebalannya terganggu karena kekurangan gizi berada pada risiko lebih tinggi terkena pneumonia.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak juga lebih lemah jika tidak menyusui secara eksklusif. Menurut data dari Dana Darurat Anak Internasional PBB, pneumonia membunuh lebih banyak anak daripada penyakit menular lainnya.

Di seluruh dunia, penyakit ini telah merenggut nyawa lebih dari 800 ribu anak balita setiap tahunnya. Lalu, sekitar 2.200 anak meninggal dunia karena penyakit ini setiap harinya.

Menurut dr. Cintra, vaksinasi adalah solusi yang jauh lebih murah dan umumnya ditoleransi dengan baik oleh anak-anak yang sehat. Efek sampingnya pun dari tingkat keparahan paling ringan, sedang hingga tinggi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Klinik Cleveland di Amerika Serikat mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit ini, termasuk menjauhi orang sakit, selalu cuci tangan, tutupi batuk dan bersin pakai tisu, batasi kontak dengan asap rokok atau berhenti merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Menemui Dokter, Berikut Pertolongan Pertama pada Radang Tenggorokan

Sebelum Menemui Dokter, Berikut Pertolongan Pertama pada Radang Tenggorokan

Health | Kamis, 09 Januari 2020 | 18:00 WIB

Ketahui 4 Penyebab Gusi Bengkak

Ketahui 4 Penyebab Gusi Bengkak

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 13:00 WIB

Belajar Sampai Larut Malam, Remaja Ini Malah Alami Radang Otak

Belajar Sampai Larut Malam, Remaja Ini Malah Alami Radang Otak

Health | Selasa, 07 Januari 2020 | 18:05 WIB

Terkini

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB