Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Virus Corona Wuhan Hantui Indonesia, Apa Kata Masyarakat?

Ririn Indriani | Dini Afrianti Efendi
Virus Corona Wuhan Hantui Indonesia, Apa Kata Masyarakat?
Kiri-kanan: Sarah (mahasiswi), Hidayat (petugas commuter line) dan Nuryati (ibu rumah tangga) bicara soal virus corona wuhan. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Beberapa warga bicara soal virus corona dan upaya apa yang dilakukannya untuk mencegah virus yang belum ada vaksin dan obatnya itu.

Suara.com - Pemberitaan soal wabah virus corona Wuhan yang sudah menjangkit 830 warga negara Wuhan, China dan mulai menyebar di beberapa negara, seperti Korea selatan, Jepang, Amerika Serikat, Singapura dan terkini Prancis, menjadi isu kesehatan global.

Indonesia sendiri hingga kini meski dilaporkan ada 4 pasien suspect (dicurigai) virus corona wuhan yang di rawat di RSUP Sanglah, Bali dan RSPI Sulianti Saroso Jakarta, belum ada yang dinyatakan positif virus corona.

Mewabahnya virus corona wuhan tentu saja menimbulkan kekhawatiran di masyarakat Indonesia. Apalagi mengingat penyebarannya melalui udara atau airbrone. Seperti penuturan Sarah (25) mahasiswa yang mengaku cukup khawatir.

"Takut sih lumayan," akunya kepada Suara.com, Jumat (24/1/2020).

Sarah mengaku belum banyak mendengar informasi yang lebih jelas tentang virus ini. Dari yang ia dengar, virus corona wuhan punya gejala yang serupa dengan flu atau radang tenggorokan seperti batuk, pilek, demam, sesak nafas dan sebagainya.

Kata mahasiswi Universitas Indonesia ini, pencegahan yang ia tahu sekadar memakai masker. Namun hingga kini menurutnya belum ada imbauan dan arahan langsung dari pemerintah, masyarakat harus berbuat apa.

"Paling pakai masker aja supaya nggak kena di udara virusnya. Semoga dikasih pemaparan ke masyarakat supaya kita lebih waspada," ungkap Sarah.

Virus corona atau coronavirus. (Shutterstock)
Virus corona wuhan atau coronavirus. (Shutterstock)

Senada dengan Sarah, Nuryati (46) ibu rumah tangga asal Bekasi, Jawa Barat, juga mengaku belum tahu langkah-langkah pencegahan virus ini lebih lanjut.

Nuryati berharap pihak puskesmas bisa memberikan penyuluhan pencegahan dan menenangkan masyarakat.

"Pemerintah dari puskesmas semestinya ada penyuluhan pemberitahuan, paling nggak yang tadinya nggak tahu jadi tahu. Khususnya yang dari puskesmas terdekat untuk berikan penyuluhan takutnya kena virus corona," tuturnya.

Meski ada rasa khawatir, Nuryati mengaku akan berusaha mencegahnya dengan membersihkan rumah dan memastikan keluarganya mengonsumsi makanan sehat.

"Takut nggak takut, yang penting kita jaga kebersihan lingkungan, rumah, dengan berpakaian yang bersih makanan sehat, insyallah kita yakin virus itu jauh dari kita kalau memang kita sehat," ungkapnya panjang lebar.

Infografis virus Corona (coronavirus) dan gejalanya. (Shutterstock)
Infografis virus Corona Wuhan (coronavirus wuhan) dan gejalanya. (Shutterstock)

Sementara itu salah satu petugas kereta Commuter Line, Hidayat (32) juga hanya mendapat sedikit informasi mengenai virus ini.

Apalagi perihal gejala dan cara penularan virus corona ia mengaku belum banyak mengetahuinya.

"Saya kurang tahu virus itu dan baru denger. Pernah denger sekali, cuman belum terlalu memahami," aku Hidayat.

Mirisnya, Hidayat adalah salah satu pelayan publik, di mana setiap harinya ia bertemu penumpang angkutan umum, dan bisa jadi lebih berisiko.

Namun Hidayat mengaku hanya bisa mencegah dengan menggunakan masker, karena minimnya informasi yang didapatkan.

"Khawatir pasti ada khawatir, asal jaga pola hidup sehat dan pola makan. Paling masker aja," timpal Hidayat.

Bagaimana dengan Anda?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS