Masker Apa yang Bisa Mencegah Infeksi Virus Corona?

Silfa Humairah Utami

Senin, 27 Januari 2020 | 21:17 WIB
Masker Apa yang Bisa Mencegah Infeksi Virus Corona?
Lewat Batuk Hingga Makanan Tercemar, Begini Cara Virus Corona Menular. (Shutterstock)

Suara.com - Masker Apa yang Bisa Mencegah Infeksi Virus Corona? 

Untuk pencegahan penyakit yang bisa menular dari udaha, penggunaan masker dianggap solusi. Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri yang dapat menghalangi tubuh dari paparan polusi udara dan debu. Penggunaan masker juga sudah menjadi upaya pencegahan primer dari berbagai risiko penyakit yang tersebar lewat partikel-partikel di udara.

Keefektifan masker untuk melindungi dari risiko penyebaran virus turut dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Infectious Disease. Penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan masker yang benar dapat menurunkan risiko terdiagnosis penyakit seperti flu sebanyak 80 persen lebih rendah.

Lantas bisakah mencegah Novel coronavirus atau virus corona? Terdapat dua jenis masker yang banyak dipilih, yaitu surgical mask dan masker N95.

Surgical mask atau face mask adalah jenis masker sekali pakai yang sering digunakan oleh tenaga medis saat menangani pasien. Surgical mask mudah ditemukan dan harganya terjangkau sehingga lebih banyak orang yang menggunakan masker ini untuk penggunaan sehari-hari.

Jenis masker ini akan bantu melindungi Anda dengan mencegah paparan partikel besar di udara yang mungkin mengandung virus. Selain itu, masker ini juga menghalangi Anda dari percikan cairan tubuh orang lain yang dikeluarkan saat bersin atau batuk.

Sedangkan, N95 adalah jenis masker yang dibuat untuk menghalangi partikel besar maupun partikel kecil di udara yang mengandung virus. Nama N95 berasal dari kemampuannya yang dapat menyaring 95% partikel di udara.

Tidak hanya untuk pencegahan penyakit, masker N95 juga sering digunakan oleh para pekerja saat berkutat di area yang penuh dengan paparan zat berbahaya. Hal ini membuat masker N95 kerap dianggap sebagai perlindungan yang lebih ekstra.

Jenis masker mana yang direkomendasikan untuk pencegahan coronavirus?

Meski masker sudah disarankan sebagai salah satu upaya pencegahan coronavirus, para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang jenis masker manakah yang sebaiknya digunakan.

baca juga

Melihat dari cara kerjanya, masker jenis N95 mungkin lebih direkomendasikan penggunaannya untuk pencegahan coronavirus karena lebih efektif dalam menyaring berbagai partikel di udara.

Selain itu, masker N95 yang lebih ketat juga dirasa lebih baik untuk melindungi Anda dari infeksi virus jika dibandingkan dengan surgical mask yang masih memiliki celah masuknya udara di keempat sisinya.

Namun, penggunaan masker N95 sebagai pencegahan coronavirus tidak disarankan untuk pemakaian sehari-hari. Leo Yee Sin, direktur eksekutif Pusat Nasional untuk Penyakit Menular di Singapura, mengatakan kepada The Straits Times bahwa ketika Anda menggunakan masker N95 dan masih bisa bernafas lega, itu artinya Anda tidak menggunakannya dengan tepat.

Masker N95 biasanya hanya dianjurkan untuk para staf medis. Urgensi penggunaan masker N95 untuk publik hanya meningkat di situasi tertentu seperti munculnya asap kabut. Penggunaannya pun juga tidak disarankan terlalu lama karena akan membuat Anda kesulitan bernafas.

Karena alasan itulah surgical mask atau masker biasa masih menjadi rekomendasi jika tujuannya untuk pencegahan infeksi virus corona. Agar lebih efektif, Anda bisa mengganti masker dengan yang baru selama beberapa jam sekali atau ketika masker sudah terasa lembab.

Apapun jenis masker yang Anda gunakan, bergantung pada satu jenis pencegahan saja tidak akan memberi hasil perlindungan yang maksimal.

Berikut adalah berbagai upaya selain menggunakan masker yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi virus corona dilansir Hello Sehat:

-Minum suplemen atau multivitamin sebanyak dua kali sehari atau sesuai dengan anjuran.
-Cuci tangan dengan sabun dan air setiap beberapa kali sehari, pastikan juga untuk membersihkan area di sela-sela jari. Jika tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen.
-Hindari menyentuh wajah, terutama pada area mata, hidung, dan mulut.
-Jalani pola makan sehat dengan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri.
-Istirahat yang cukup. Kebiasaan ini akan meningkatkan imunitas tubuh agar lebih kebal terhadap infeksi penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panik Virus Corona Menyebar, Persediaan Masker di Hong Kong Habis

Panik Virus Corona Menyebar, Persediaan Masker di Hong Kong Habis

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 16:06 WIB

Pakai Masker Bedah untuk Cegah Penularan Virus Corona Wuhan, Efektifkah?

Pakai Masker Bedah untuk Cegah Penularan Virus Corona Wuhan, Efektifkah?

Health | Minggu, 26 Januari 2020 | 09:33 WIB

Bukan Masker N95, Ahli Sarankan Masker Bedah Tangkal Virus Corona Wuhan!

Bukan Masker N95, Ahli Sarankan Masker Bedah Tangkal Virus Corona Wuhan!

Health | Minggu, 26 Januari 2020 | 09:03 WIB

Terkini

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:12 WIB

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:10 WIB

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Health | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:00 WIB

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:59 WIB

Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?

Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 10:58 WIB

×