Suara.com - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, baru saja mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (2/2/2020) pukul 08.45 WIB.
Mereka datang menggunakan pesawat Batik Air, untuk kemudian langsung diarahkan ke pesawat milik TNI AU dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau.
Di Natuna, WNI dari Wuhan tersebut akan diobservasi selama beberapa hari guna melihat apakah mereka membawa virus corona nCoV yang telah menjadi pandemi dunia.
Sesuai petunjuk Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, sebutan kata karantina diganti menjadi Observasi WNI Sehat.
Kemenkes telah menyiapkan dokter spesialis paru, dokter jiwa, serta petugas kesehatan lainnya seperti perawat. Nantinya, WNI yang baru datang dari Wuhan akan dipantau kesehatan secara berkala dengan tambahan pantauan gizi.
Kalau dia (WNI) panas, demam atau batuk, itu langsung dibawa ke rumah sakit," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Sabtu (1/2/2020).
Wiendra juga meyakinkan bahwa sistem observasi ini bukan untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi mengawasi kesehatan orang sehat. "Statusnya dalam pengawasan," tambahnya.
Andaikata ada yang mengalami gejala sakit, sambung Wiendra, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang telah disediakan.
Indonesia sendiri telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan bagi pasien terduga atau positif virus corona yang tersebar di seluruh Indonesia.