Hindari Virus Corona, Organisasi Hak Asasi Hewan Ajak Masyarakat Jadi Vegan

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 03 Februari 2020 | 13:51 WIB
Hindari Virus Corona, Organisasi Hak Asasi Hewan Ajak Masyarakat Jadi Vegan
Hindari Virus Corona, Hak Asasi Hewan Amerika Imbau Masyarakat Jadi Vegan. (PETA)

Suara.com - Di saat virus corona baru atau novel coronavirus (2019-nCoV) merebak di seluruh dunia, imbauan datang dari organisasi hak asasi hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), yang berpusat di AS. PETA menyerukan masyarakat agar menjadi vegan, seperti diwartakan laman Metro, Senin (3/2/2020).

Mengingat kemungkinan besar virus corona ini ditularkan dari hewan kelelawar ataupun ular yang dikonsumsi manusia, maka PETA kemudian meluncurkan masker yang mengajak orang untuk berhenti memakan binatang.

Dalam masker itu tertulis pesan 'Daging hewan membawa penyakit yang mematikan. Jadilah vegan!'. Padahal, hingga kini organisasi kesehatan dunia WHO sendiri belum mengonfirmasi sebab terbentuknya virus itu.

Dalam siaran pers terkait masker itu, PETA menyebut, "Mengikuti pengumuman oleh Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial bahwa Inggris saat ini sedang melakukan 73 tes bagi mereka yang terduga coronavirus, PETA AS menawarkan masker wajah baru yang menggalakan pesan untuk menyelamatkan jiwa. Jadilah vegan," tulis siaran pers tersebut.

PETA menyebut virus yang mirip SARS ini diyakini berasal dari Pasar Ikan Laut Huanan di Wuhan, China. Pasar ini tempat menjual hewan-hewan hidup Campylobacter, dan Salmonella, daging yang tidak mengandung serat akan terpapar lemak jenuh dan menyumbat arteri hingga menyebabkan penyakit kolesterol.

"Peternakan, tempat pemotongan hewan, dan pasar daging yang kotor mengancam kesehatan setiap manusia di bumi, dengan menyediakan tempat berkembang biak bagi penyakit mematikan seperti coronavirus, SARS, dlu burunh, dan banyak lagi,"ujar pendiri PETA, Inggrid Newkrik.

"Masker sangat diperlukan banyak orang untuk melindungi diri dari penyakit yang mewabah," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKI Hong Kong Dirawat di RSUD Sidoarjo Dinyatakan Negatif Virus Corona

TKI Hong Kong Dirawat di RSUD Sidoarjo Dinyatakan Negatif Virus Corona

Jatim | Senin, 03 Februari 2020 | 13:35 WIB

Selain China, Kemenkes Waspadai 4 Negara Ini Terkait Virus Corona

Selain China, Kemenkes Waspadai 4 Negara Ini Terkait Virus Corona

Health | Senin, 03 Februari 2020 | 13:35 WIB

Video Lansia Saling Beri Semangat hingga Ajal, Diduga Pasien Virus Corona

Video Lansia Saling Beri Semangat hingga Ajal, Diduga Pasien Virus Corona

News | Senin, 03 Februari 2020 | 13:24 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB