Karena Kombinasi Obat HIV dan Flu, Pasien 70 Tahun Sembuh dari Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 04 Februari 2020 | 16:54 WIB
Karena Kombinasi Obat HIV dan Flu, Pasien 70 Tahun Sembuh dari Virus Corona
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]

Suara.com - Satu per satu pasien yang didiagnosis terinfeksi virus corona sudah berhasil pulih. Dokter di Thailand pun telah menemukan kombinasi obat yang terbukti berhasil dalam menangani pasien virus corona jenis baru dari Wuhan.

Menurut CNA dilansir oleh World of Buzz, para dokter mencoba menggabungkan obat flu dan HIV lalu menerapkannya pada pasien yang terinfeksi virus corona.

Hasilnya, pasien yang terinfeksi virus corona berhasil pulih dalam waktu 48 jam setelah pengobatan tersebut. Pasien adalah seorang wanita 70 tahun dari Wuhan yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok.

Sebelumnya, wanita itu telah terinfeksi virus corona selama 10 hari. Dokter lantas memberinya pengobatan dengan campuran obat anti-HIV lopinavir dan ritonavir dalam kombinasi dengan obat flu oseltamivir dalam dosis besar.

Setelah pasien mengonsumsi obat-obatan tersebut. Hasil tes medisnya setelah 48 jam pun menunjukkan ia negatif virus corona.

 Petugas medis memeriksa pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan, Provinsi Hubei, China, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)
Petugas medis memeriksa pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan, Provinsi Hubei, China, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)

"Ini mungkin tidak hanya obatnya, tetapi kondisi pasien yang sudah jauh membaik. Pasien sudah dalam perawatan positif terinfeksi selama 10 hari. Setelah mengonsumsi kombinasi obat ini, hasil tesnya menjadi negatif virus corona dalam 48 jam," jelas dr. Kriangska Atipornwanich, seorang dokter spesialis paru-paru di Rajavithi.

Menurut Kriangska, kombinasi obat ini prospeknya cukup bagus, tetapi pihaknya masih perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk menentukan bahwa ini menjadi pengobatan standar.

Sementara itu, pejabat kesehatan China telah menggunakan obat HIV dan flu untuk mengobati pasien terinfeksi virus corona.

Namun, dokter lain mengatakan bahwa perawatan serupa pada dua pasien lainnya memiliki reaksi yang berbeda, di mana satu orang alergi terhadap pengobatan dan yang lainnya menunjukkan peningkatan.

"Kami telah mengikuti praktik internasional, tetapi dokter meningkatkan dosis salah satu obat," kata Somsak Akkslim, direktur jenderal Departemen Layanan Medis yang merujuk pada obat flu oseltamivir.

Karena itu, pengobatan kombinasi dari obat HIV dan flu pada pasien 70 tahun di Thailand ini masih perlu dibahas dan diteliti sebelum diterapkan pada semua pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pejabat Natuna Bakal Lapor Pembohongan Publik Soal Karantina WNI ke Jokowi

Pejabat Natuna Bakal Lapor Pembohongan Publik Soal Karantina WNI ke Jokowi

News | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:45 WIB

Tangani Virus Corona, China Gabungkan Pengobatan Tradisional dan Barat

Tangani Virus Corona, China Gabungkan Pengobatan Tradisional dan Barat

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:38 WIB

Dettol Tegaskan Belum Ada Bukti Produknya Bisa Mematikan Virus Corona Wuhan

Dettol Tegaskan Belum Ada Bukti Produknya Bisa Mematikan Virus Corona Wuhan

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB