Tidak Baik untuk Atlet, Diet Keto Disebut Dapat Mengurangi Kesehatan Tulang

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 12 Februari 2020 | 08:00 WIB
Tidak Baik untuk Atlet, Diet Keto Disebut Dapat Mengurangi Kesehatan Tulang
Ilustrasi atlet berlatih (Unsplash/Curtis MacNewton)

Suara.com - Pada awal 2020 lalu, US News dan World Report memberi peringkat diet ketogenik sebagai diet terburuk dalam beberapa kategori. Meski begitu, popularitas diet ini tetap merangkak naik.

Sekarang, sebuah studi baru dari Australian Institute of Sport dan Australian Catholic University yang dilakukan pada atlet membuktikan, atlet yang melakukan diet keto menunjukkan peningkatan risiko kerusakan tulang yang lebih besar.

Hasil berbeda terlihat pada atlet yang melakukan diet tinggi karbohidrat. Berdasarkan penelitian, atlet yang diet tinggi karbohidrat tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dari saat awal penelitian.

Ternyata, setelah atlet yang melakukan diet keto menambahkan karbohidrat pada pola makan mereka, terlihat ada peningkatan kesehatan tulang. Namun kekuatannya tetap tidak maksimal.

Hasil ini menunjukkan bahwa diet keto, entah bagaimana, dapat mempercepat kerusakan tulang atlet selama latihan intens, dan menghambat pemulihan.

Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)
Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)

"Kami percaya bahwa diet keto dapat memengaruhi metabolisme tulang karena efek perubahan drastis pada ketersediaan karbohidrat pada hormon-hormon tertentu, bersama dengan faktor-faktor lain," kata Louise Burke, penulis utama studi dari Australian Institute of Sport.

Di sisi lain, dilansir Insider, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa diet keto tidak berdampak pada kesehatan tulang untuk pasien diabetes yang menjalani diet keto selama dua tahun.

Kekurangan dari penelitian Burke ini adalah alasan bagaimana diet keto dapat memengaruhi tulang dalam periode waktu yang lebih lama belum begitu jelas. Dan apakah atlet mungkin dapat beradaptasi dengan diet tidak diketahui.

Diet keto diketahui membutuhkan waktu untuk menyesuaikan tubuh, dan selama periode itu orang yang baru melakukannya mungkin mengalami gejala seperti kelelahan dan dehidrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Pakar: Begini Aturan Diet untuk Pasien Kanker

Kata Pakar: Begini Aturan Diet untuk Pasien Kanker

Health | Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:20 WIB

Strategi Jitu Menurunkan Berat Badan

Strategi Jitu Menurunkan Berat Badan

Your Say | Senin, 13 Januari 2020 | 16:33 WIB

Gejala PCOS Dapat Dikontrol Melalui Pola Makan, Begini Tipsnya!

Gejala PCOS Dapat Dikontrol Melalui Pola Makan, Begini Tipsnya!

Health | Kamis, 09 Januari 2020 | 13:39 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB