Teh Hijau dan Olahraga dapat Mengurangi Keparahan Penyakit Perlemakan Hati

Minggu, 16 Februari 2020 | 14:31 WIB
Teh Hijau dan Olahraga dapat Mengurangi Keparahan Penyakit Perlemakan Hati
Ilustrasi penyakit hati beralkohol (Shutterstock)

Suara.com - Orang yang menderita penyakit hati berlemak atau perlemakan hati namun bukan karena konsumsi alkoh bisa mendapatkan manfaat dari olahraga dan mengganti minuman berkalori tinggi dengan teh hijau tanpa kafein.

Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap tikus, peneliti menemukan kombinasi ekstrak teh hijau dan olahraga dapat mengurangi keparahan penyakit hati berlemak terkait obesitas sebar 75% pada tikus yang diberi makanan tinggi lemak.

Meski belum diuji pada manusia, hasilnya dinilai menunjukkan strategi kesehatan yang potensial.

"Menggabungkan keduanya (olahraga & teh hijau) mungkin memiliki manfaat kesehatan bagi orang-orang, tetapi kami belum memiliki data klinis," kata Joshua Lambert, Associate Professor of Food Science di The Pennsylvania State University di AS.

Menurut Lambert, penyakit hati berlemak non-alkoholik merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dan diperkirakan akan memburuk.

Karena tingginya prevalensi faktor risiko seperti obesitas dan diabetes tipe-2, penyakit hati berlemak diperkirakan akan menimpa lebih dari 100 juta orang pada 2030. Hingga kini pun belum ada terapi yang valid untuk penyakit ini.

Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]

Selain menganalisis jaringan hati tikus, dilansir Health Site, penelitian yang terbit dalam Journal of Nutritional Biochemistry ini juga mengukur kandungan protein dan lemak dalam kotoran mereka.

Mereka menemukan tikus yang mengonsumsi ekstrak teh hijau dan berolahraga memiliki kadar lemak dan protein pada kotoran yang lebih tinggi.

"Dengan memeriksa hati tikus ini setelah penelitian berakhir dan dengan menyaring kotoran mereka selama penelitian, kami melihat bahwa tikus yang mengonsumsi ekstrak teh hijau dan berolahraga sebenarnya memproses nutrisi secara berbeda, tubuh mereka menangani makanan secara berbeda," jelas Lambert.

Baca Juga: Obesitas pada Anak Bisa Picu Timbulnya Penyakit Hati Kronis Lho

Lambert menambahkan, polifenol dalam teh hijau berinteraksi dengan enzim pencernaan yang disekresikan di usus kecil dan sebagian menghambat pemercahan karbohidrat, lemak, dan protein dalam makanan.

"Jadi, jika tikus tidak mencerna lemak dalam makanannya, lemak itu dan kalori yang terkait dengannya melewati sistem pencernaan tikus, dan akhirnya keluar dalam kotorannya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI