Ahli Sebut Obat Anti-Malaria Bisa Atasi Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 19 Februari 2020 | 14:49 WIB
Ahli Sebut Obat Anti-Malaria Bisa Atasi Virus Corona Covid-19
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, obat HIV dianggap bisa mengobati orang yang terinfeksi virus corona Covid-19. Namun, pengobatan virus corona Covid-19 dengan obat HIV ini masih belum paten.

Setelah menjalani serangkaian uji klinis, para ahli dari China akhirnya mengonfirmasi obat anti-malaria yang dikenal chloroguine phosphate, yakni memberikan efek kuratif tertentu pada virus corona.

Berdasarkan laporan yang dilansir oleh world of Buzz, tim medis pun telah menyetujui bahwa obat antimalaria perlu dimasukkan ke dalam versi obat berikutnya dalam mengatasi virus corona.

Sun Yanrong, wakil kepala Pusat Nasional China untuk Pengembangan Bioteknologi pun berpendapat obat anti-malaria ini perlu melalui serangkaian uji klinis untuk perawatan corona Covid-19.

Sementara itu, penggunaan obat anti-malaria untuk pengobatan corona Covid-19 perlu kehati-hatian. Karena chloroguine phosphate atau obat anti-malaria ini adalah sesuatu yang baru untuk melawan corona Covid-19.

Petugas medis beda memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2).  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Petugas medis beda memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Faktanya, obat ini juga sudah digunakan lebih dari 70 tahun. Biasanya obat ini menjadi pilihan dari puluhan ribu obat yang ada karena terbukti fungsional selama beberapa putaran skrining.

Sun Yanrong juga mengatakan obat anti-malaria ini sudah menjalani uji klinis pada lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, Hunan dan Guangdong. Hal ini menunjukkan adanya tingkat keberhasilan yang cukup baik.

Pasien yang mengonsumsi obat anti-malaria menunjukkan indikator penyembuhan yang lebih baik daripada kelompok lainnya.

Hasil pemeriksaan mereka setelah minum obat, demamnya mereda dan CT scan paru-paru juga menunjukkan peningkatan. Sehingga kondisi ini menunjukkan obatnya efektif membuat hasil tesnya negatif dalam tes asam nukleat virus.

baca juga

Sayangnya, obat ini tidak hanya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang pesat. Profesional medis pun menambahkan bahwa penyembuhan lebih luas mungkin butuh waktu lebih singkat untuk merangsang pemulihan pasiennya.

Demi membuktikannya, Sun memberikan contoh seorang pria usia 54 tahun dari Beijing yang menjalani perawatan di rumah sakit setelah 4 hari karena menunjukkan gejala virus corona.

Semua hasil pemeriksaannya membaik, tes asam nukleatnya negatif setelah seminggu mengonsumsi obat anti-malaria.

Bahkan efek positif obat anti-malaria untuk corona Covid-19 cukup meningkatkan pemulihan. Sejauh ini, belum ada reaksi merugikan dari mengonsumsi obat anti-malaria itu terhadap 100 pasien virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Kemenkes Terkait 3 WNI ABK Diamond Princess yang Positif Covid-19

Kata Kemenkes Terkait 3 WNI ABK Diamond Princess yang Positif Covid-19

Video | Rabu, 19 Februari 2020 | 13:54 WIB

Kematian karena Corona Covid-19 Tembus 2.000 Orang, PBB Minta Dunia Siaga

Kematian karena Corona Covid-19 Tembus 2.000 Orang, PBB Minta Dunia Siaga

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 13:52 WIB

Keren! Obat Antiviral Pertama untuk Corona Covid-19 Siap Beredar di China

Keren! Obat Antiviral Pertama untuk Corona Covid-19 Siap Beredar di China

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 11:55 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×