Heboh Tantangan Skull Breaker di TikTok, Pakar Peringatkan Risikonya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:09 WIB
Heboh Tantangan Skull Breaker di TikTok, Pakar Peringatkan Risikonya!
Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]

Suara.com - Belakangan aplikasi TikTok menjdi tren di kalangan pengguna media sosial. Mereka pun berlomba-lomba memperlihatkan kelihaiannya menyelesaikan sejumlah tantangan di TikTok.

Tetapi dilansir dari Fox News, kepopuleran TikTok justru membuat profesional medis merasa khawatir jika semua orang mengesampingkan kesalamatannya demi menyelesaikan tantangan. Salah satunya tantangan TikTok yang disebut Skull Breaker.

Tantangan Skull Breaker dalam TikTok ini cukup populer beberapa hari belakangan. Tantangan ini melibatkan 3 orang, dengan 2 orang menendang kaki satu orang lainnya yang berdiri di antara mereka.

Sehingga, satu orang yang kedua kakinya ditendang oleh kedua temannya ini akan terjatuh ke lantai. Karena itu, hal ini mendapat perhatian tim medis jika seseorang mengalami cedera serius.

Selain itu, ada pula tantangan Chacha Slide, yang memperlihatkan seorang pengemudi mengarahkan setirnya ke kiri, lalu ke kanan dengan cepat secara bergantian.

Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]

Kedua tantangan TikTok itu dinilai ekstrem, berisiko menyebabkan cedera hingga melukai orang lain. Bahkan beberapa orang sudah dilaporkan mengalami cedera akibat tantangan tersebut.

Seorang wanita di Arizona berbagi foto anak laki-lakinya terbaring di ranjang rumah sakit karena mengalami cedera kepala dan kaki. Anaknya mengalami cedera setelah terjatuh ke belakang akibat tantangan Skull Breaker.

Dampak nyata dari tantangan Skull Breaker ini seolah diabaikan oleh penggemar TikTok. Seorang pakar pun berpendapat bahwa hal ini berhubungan dengan perkembangan otak.

Dr. Nicole Beurkens, seorang psikolog klinis mengatakan remaja berada dalam tahap perkembangan yang mana hubungan antara sebaya dan umpan balik sangat penting bagi mereka daripada memikirkan risikonya.

"Mereka juga berhadapan dengan interaksi sosial yang lebih kompleks pada saat korteks prefontal mereka (bagian otak yang bertanggung jawab atas pemikiran tingkat tinggi, pengambilan keputusan dan kendali impuls) belum sepenuhnya berkembang," jelas Nicole.

Nicole juga mengatakan kombinasi dari kebutuhan yang tinggi akan umpan balik sosial positif dan kontrol impuls belum sepenuhnya berkembang. Sehingga kondisi ini membuat mereka lebih tertarik terhadap tantangan TikTok yang berbahaya ini.

Karena itu, Nicole berpendapat bahwa banyak remaja tidak memperhitungkan konsekuensi atau risiko dari tantangan tersebut.

"Mungkin ada pula optimisme yang membuat orang percaya bahwa hal-hal buruk tidak akan terjadi pada mereka. Bahkan mereka sudah mengetahui risikonya sangat berbahaya," jelas Nicole.

Dalam hal ini, Nicole menyarankan agar orang dewasa mengawasi anak-anak yang bermain TikTok dan ingatkan mengenai risiko dari tantangan Skull Breaker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hipertensi di Dunia 9,4 Juta Kasus per Tahun, Lebih Gawat dari Covid-19?

Hipertensi di Dunia 9,4 Juta Kasus per Tahun, Lebih Gawat dari Covid-19?

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 21:03 WIB

Ashraf Sinclair Sempat Latihan Crossfit, Olahraga yang Berisiko Cedera

Ashraf Sinclair Sempat Latihan Crossfit, Olahraga yang Berisiko Cedera

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 17:22 WIB

Penelitian: Risiko Demensia atau Pikun Lebih Rendah pada Laki-Laki Tinggi

Penelitian: Risiko Demensia atau Pikun Lebih Rendah pada Laki-Laki Tinggi

Health | Kamis, 13 Februari 2020 | 12:17 WIB

Terkini

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB