Cegah Penyakit Pascabanjir, Tiga Hal Ini Harus Jadi Perhatian

Risna Halidi

Rabu, 26 Februari 2020 | 07:05 WIB
Cegah Penyakit Pascabanjir, Tiga Hal Ini Harus Jadi Perhatian
Seorang warga menuntun sepedanya melintasi banjir yang merendam kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (25/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Hujan ekstrem dalam minggu-minggu terakhir telah menyebabkan bencana banjir di daerah Jabodetabek. Bukan hanya menyisakan genangan air, banjir juga dapat menjadi pintu masuk beragam penyakit.

Menurut Akademisi dan Praktisi Klinis, Prof. dr. Ari Fahrial Syam, peningkatan kasus penyakit saat musim hujan dan pascabanjir umumnya terjadi berdasarkan tiga kelompok yaitu penyebaran melalui makanan dan minuman, penyebaran melalui nyamuk, dan penyebaran melalui tikus.

"Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mudah terkena penyakit pasca banjir. Coba saja diidentifikasi pada lingkungan kita terutama yang masih mempunyai anak-anak berapa kali mereka mengalami gangguan kesehatan dalam musim penghujan dan banjir saat ini," tambah Prof Ari melalui siaran rilis yang diterima Suara.com, Selasa (25/2/2020).

Secara rinci, ia juga menjelaskan tiga kelompok sebaran penyakit tersebut.

Pertama, penyakit yang ditularkan makanan dan minuman biasanya menyebar secara fecal oral atau kotoran yang masuk ke mulut melalui benda, makanan atau minuman. Penyakit akibat makanan dan minuman biasanya berupa infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus.

"Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mulas saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir Jakarta beberapa tahun yang lalu," tambah Prof. Ari.

Kedua, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk atau penyakit disebarkan melalui vektor penyakit misalnya Dengue Hemorrhagic Fever(DHF) yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Dan ketiga, penyakit yang ditularkan melalui tikus. "Penyakit yang ditularkan melalui hewan dari ordo Rodentia, yaitu tikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pasca banjir. Salah satu jenis rodent borne disease yang dapat timbul pada bencana banjir adalah leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir. Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita," kata Prof. Ari lagi.

Pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit.

baca juga

Sementara itu, buang air kecil pasien akan berubah seperti air teh. " Sekilas pasien ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus. Penyakit leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Jakarta Sampai Masuk ke Rumah Sakit, Ketahui Dampaknya!

Banjir Jakarta Sampai Masuk ke Rumah Sakit, Ketahui Dampaknya!

Health | Selasa, 25 Februari 2020 | 16:44 WIB

CEK FAKTA: Viral Foto RS Omni Pulomas Terendam Banjir, Benarkah?

CEK FAKTA: Viral Foto RS Omni Pulomas Terendam Banjir, Benarkah?

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 15:43 WIB

Musim Hujan Tiba, Menkes Minta Masyarakat Waspadai DBD

Musim Hujan Tiba, Menkes Minta Masyarakat Waspadai DBD

Health | Selasa, 10 Oktober 2017 | 09:26 WIB

Terkini

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:40 WIB

×