alexametrics

77 Siswa NTT Makan Kotoran Manusia, Perhatikan Tanda Anak Butuh ke Dokter!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
77 Siswa NTT Makan Kotoran Manusia, Perhatikan Tanda Anak Butuh ke Dokter!
Ilustrasi sekolah. (Unsplash/Feliphe S)

Orangtua dari puluhan siswa NTT yang dihukum makan kotoran menusia harus memerhatikan tanda-tanda darurat bahwa anak membutuhkan dokter.

Suara.com - Pengguna media sosial tengah dihebohkan dengan kabar 77 siswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihukum makan kotoran manusia. Puluhan siswa itu berasal dari Seminari Menengah Santa Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT

Mereka adalah murid kelas VII yang dihukum oleh kakak kelasnya makan kotoran manusia. Kejadian ini berawal dari seorang siswa kelas VII membuang kotorannya di kantong plastik dan meletakkan di kamar tidur unit bina SMP Kelas VII.

Dua siswa kelas XII pun marah, tetapi tak ada seorang pun dari siswa kelas VII yang mengaku. Sampai akhirnya mereka mengambil tindakan dengan menghukum semua siswa menjilat kotoran tersebut.

Padahal menghirup, menjilat maupun memakan kotoran manusia atau hewan sangat tidak disarankan. Khususnya kotoran manusia, mengandung banyak bakteri yang menyebabkan penyakit, seperti hepatitis A.

Baca Juga: Makan Putih Telur Baik untuk Tekanan Darah Tinggi, Ini Alasannya

Seseorang yang terkontaminasi bakteri dari feses bisa mengalami gejala mual, diare, muntah hingga demam. Kontaminasi bakteri ini bisa dengan cara menghirupnya, memakannya atau tidak mencuci tangan setelah BAB.

Ilustrasi buang air besar (BAB). (Shutterstock)
Ilustrasi buang air besar (BAB). (Shutterstock)

Tetapi, orangtua yang anaknya mengonsumsi kotoran tidak perlu panik. Dilansir dari Healthline, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit.

1. Beri anak air minum sebanyak mungkin
2. Cuci muka dan tangan mereka sampai bersih
3. Amati gejala yang dialami mereka seperti keracunan makanan

Meskipun gejala setelah makan kotoran tidak terlalu parah, tetapi beberapa orang mungkin mengalami kondisi berbeda. Orangtua perlu membawa anak ke dokter jika mengalami gejala berikut ini.

1. Dehidrasi
2. Diare berdarah atau darah dalam tinja
3. Kesulitan bernapas
4. Anak terlihat kebingungan

Baca Juga: Ibu Mertua Shahnaz Haque Sempat Diminta Rutin Makan 6 Telur, Ini Manfaatnya

Jika Anak menunjukkan gejala-gejala itu atau gejala tidak reda dalam beberapa minggu, maka mereka sangat membutuhkan bantuan medis.

Komentar