77 Siswa NTT Makan Kotoran Manusia, Perhatikan Tanda Anak Butuh ke Dokter!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 26 Februari 2020 | 09:52 WIB
77 Siswa NTT Makan Kotoran Manusia, Perhatikan Tanda Anak Butuh ke Dokter!
Ilustrasi sekolah. (Unsplash/Feliphe S)

Suara.com - Pengguna media sosial tengah dihebohkan dengan kabar 77 siswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihukum makan kotoran manusia. Puluhan siswa itu berasal dari Seminari Menengah Santa Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT

Mereka adalah murid kelas VII yang dihukum oleh kakak kelasnya makan kotoran manusia. Kejadian ini berawal dari seorang siswa kelas VII membuang kotorannya di kantong plastik dan meletakkan di kamar tidur unit bina SMP Kelas VII.

Dua siswa kelas XII pun marah, tetapi tak ada seorang pun dari siswa kelas VII yang mengaku. Sampai akhirnya mereka mengambil tindakan dengan menghukum semua siswa menjilat kotoran tersebut.

Padahal menghirup, menjilat maupun memakan kotoran manusia atau hewan sangat tidak disarankan. Khususnya kotoran manusia, mengandung banyak bakteri yang menyebabkan penyakit, seperti hepatitis A.

Seseorang yang terkontaminasi bakteri dari feses bisa mengalami gejala mual, diare, muntah hingga demam. Kontaminasi bakteri ini bisa dengan cara menghirupnya, memakannya atau tidak mencuci tangan setelah BAB.

Ilustrasi buang air besar (BAB). (Shutterstock)
Ilustrasi buang air besar (BAB). (Shutterstock)

Tetapi, orangtua yang anaknya mengonsumsi kotoran tidak perlu panik. Dilansir dari Healthline, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit.

1. Beri anak air minum sebanyak mungkin
2. Cuci muka dan tangan mereka sampai bersih
3. Amati gejala yang dialami mereka seperti keracunan makanan

Meskipun gejala setelah makan kotoran tidak terlalu parah, tetapi beberapa orang mungkin mengalami kondisi berbeda. Orangtua perlu membawa anak ke dokter jika mengalami gejala berikut ini.

1. Dehidrasi
2. Diare berdarah atau darah dalam tinja
3. Kesulitan bernapas
4. Anak terlihat kebingungan

Jika Anak menunjukkan gejala-gejala itu atau gejala tidak reda dalam beberapa minggu, maka mereka sangat membutuhkan bantuan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh 77 Siswa NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Apa Bahayanya?

Heboh 77 Siswa NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Apa Bahayanya?

Health | Rabu, 26 Februari 2020 | 08:51 WIB

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Payudara

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Payudara

Your Say | Senin, 24 Februari 2020 | 16:42 WIB

Kasus Kanker di Indonesia Capai 4,8 Juta, Penting untuk Tahu Gejala Umumnya

Kasus Kanker di Indonesia Capai 4,8 Juta, Penting untuk Tahu Gejala Umumnya

Health | Minggu, 23 Februari 2020 | 14:40 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB