Heboh Produsen Masker Ilegal, Bagaimana Cara Membedakan Masker Abal-Abal?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:12 WIB
Heboh Produsen Masker Ilegal, Bagaimana Cara Membedakan Masker Abal-Abal?
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Suara.com - Di saat wabah virus corona atau Covid-19 tengah merebak, masker jadi senjata andalan agar kita tidak mudah tertular atau tidak menularkan virus pada orang lain. Tingginya permintaan inilah yang membuat harga masker melambung.

Mirisnya, ada saja produsen masker nakal yang memanfaatkan momentum ini dengan membuat masker abal-abal yang tidak sesuai standar kesehatan WHO atau Kementerian Kesehatan RI. Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr. Moh Adib Khumaidi, Sp. OT mengatakan pengguna harus bisa memastikan kualitas masker itu sendiri, termasuk adanya penyaring di dalam masker yang berfungsi sebagai filter debu ataupun virus.

"Tapi kalau untuk sehari-hari, kita sarankan masker bedah, jadi yang ada warna hijau di depannya, yang dalamnya warna putih, yang itu ada lapisan penyaringnya untuk molekul besar," ujar dr. Adib di Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2020).

Akibat jika kita tidak memakai masker yang sesuai standar ataupun tidak memiliki penyaring di dalamnya, maka masker itu akan sia-sia dan tidak berguna. Sehingga masker hanya berfungsi menahan angin.

"Ya (kalau masker palsu) dia tidak menjadi filter molekul, itu sama saja kita hanya menahan udara aja, karena masker itu fungsi dia menahan molekul yang berterbangan di sekitar kita, termasuk juga kita untuk menghindari tidak menularkan kepada orang lain," papar dr. Adib.

Menurut dokter spesialis orthopedi itu, untuk bisa tahu masker itu asli atau abal-abal, maka harus dilihat dengan adanya pembanding.

"Kalau masker palsu dan asli memang harus ada pembandingnya supaya lebih mudah, mana yang asli dan palsu," jelasnya.

baca juga

Pada umumnya, ada 2 jenis masker yang biasanya beredar di tengah masyarakat, yakni masker bedah berwarna hijau dan masker N95. Dibanding masker bedah, N95 mampu menyaring molekul yang lebih kecil. Tapi masker jenis-jenis ini biasanya dipakai oleh petugas kesehatan.

"Tapi pada prinsipnya, kalau kami sarankan untuk aktivitas di luar untuk N95 itu lebih menyaring molekul kecil, khususnya untuk virus ini. Tapi dia biasanya dipakai oleh petugas kesehatan yang kontak dengan pasien," tutupnya.

Sebelumnya, pada Kamis, 27 Februari 2020, lalu polisi berhasil menggerebek produsen masker ilegal di Cilincing, Cakung, karena menjual masker yang tidak sesuai standar, juga tidak memiliki izin edar dari otoritas terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Virus Corona, Penonton Java Jazz Gunakan Masker

Antisipasi Virus Corona, Penonton Java Jazz Gunakan Masker

Foto | Sabtu, 29 Februari 2020 | 08:37 WIB

Pabrik Masker Ilegal di Cilincing Raup Omzet Rp 250 Juta Per Hari

Pabrik Masker Ilegal di Cilincing Raup Omzet Rp 250 Juta Per Hari

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 16:17 WIB

Ramai Isu Virus Corona, Polisi Gerebek Pabrik Masker Ilegal di Cilincing

Ramai Isu Virus Corona, Polisi Gerebek Pabrik Masker Ilegal di Cilincing

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:04 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×