Suara.com - Selang beberapa saat Presiden Joko Widodo mengumumkan 2 WNI di Depok, Jawa Barat, positif virus corona Covid-19, terjadi kepanikan di dalam negeri. Setelah harga masker melonjak dan membuatnya jadi barang langka, kini hand sanitizer juga mengalami nasib serupa.
Dr. Mardi Susanto, SpKJ, dalam pesannya yang beredar viral di media sosial, menyerukan agar masyarakat tidak panik menghadapi virus corona Covid-19. Ia juga menyampaikan 5 fakta seputar virus corona yang ia dapat dari sumber-sumber baik berita resmi, jurnal kesehatan, analisis empiris, medis atau non medis, dalam selang 2 bulan.
Fakta 1
Spesialis kedokteran jiwa ini membenarkan bahwa virus corona menular lewat cairan tubuh dan bersin penderita. Pemakaian masker untuk pencegahan terpapar sudah benar, begitu juga dengan penggunaan hand sanitizer dan lebih rajin mencuci tangan untuk menjaga kebersihan tubuh. Teruskan kebiasaan ini.
Fakta 2
Bahwa virus corona tidak tahan sinar matahari, itu benar adanya. Tapi, tidak hanya virus corona. Hampir semua virus dan bakteri tidak kuat sinar UV dari matahari dan suhu di atas 50 derajat celsius. Jadi, tak ada salahnya untuk lebih sering berjemur di bawah sinar matahari pagi. Dan, syukurilah karena kita tinggal di Indonesia yang selalu disinari matahari, kecuali di musim hujan. Bulan Maret ini diprediksi akan menjadi akhir musim hujan, dan matahari akan kembali rajin menyapa Indonesia.
Jika Anda tidak menggunakan pelindung, seperti masker, lebih baik hindari dulu keramaian dan khususnya di ruangan tertutup. Memutus mata rantai penyebaran virus dengan pelindung, mengurangi aktivitas dan interaksi di ruang publik, sementara ini adalah cara paling baik untuk menghindari paparan virus corona.
Fakta 3
Virus sulit menginfeksi orang dengan daya tahan tubuh baik. Jadi, rajin-rajinlah olahraga, konsumsi makanan sehat, vitamin, protein, dll. Tambahkan konsumsi suplemen murah meriah penolak virus, seperti sari kunyit, temulawak, jahe, jinten, sirih, VCO, dll. Kita bersyukur makanan Indonesia kaya dengan rempah-rempah obat dan senyawa-senyawa penolak virus ini, dan ini mudah didapat atau bisa ditanam sendiri.
Fakta 4
Jangan lupa selalu berdoa. Pandemi (wabah dunia) virus Flu Spanyol pernah terjadi di dunia 100 tahun lalu, menginfeksi 500 juta orang dan menewaskan 40 juta orang di seluruh dunia. Tingkat kematian dan penularan begitu tinggi pada masa itu karena sulitnya informasi dan tidak ada cara penanganan yang tepat. Fasilitas kesehatan, obat-obatan dan teknologi juga belum semaju sekarang.
Saat ini, komunikasi dan informasi sudah terbuka dan kita bisa dengan cepat mengantisipasi, memutus mata rantai penularan, dan bisa secara mandiri atau berkelompok bertindak untuk mencegah bahkan mengobatinya. Ada harapan besar kita pada obat-obat herbal Indonesia seperti di atas.
Fakta 5
Virus corona covid-19 sama seperti penyakit lain, mematikan pada pasien-pasien yang kondisinya lemah. Dari statistik, level kematian diamati tinggi pada usia lanjut dan orang dengan riwayat penyakit berat, misal jantung coroner, hipertensi, dan diabetes akut. Tingkat kematian oleh virus corona juga masih di bawah penyakit lain, maksimal 3,5 sampai 4 persen. Dari sekitar 80.000 orang terinfeksi di China, kematian adalah 2800 jiwa, jauh lebih rendah dari SARS, ebola, flu burung, bahkan virus dengue atau demam berdarah.
Dari lima fakta di atas, dr. Mardi pun menyimpulkan beberapa hal berikut: