Suara.com - Curiga Bayi Lahir Tuli? Orangtua Bisa Deteksi Awal dengan Langkah Ini
Indra pendengaran adalah kemampuan yang penting untuk berkomunikasi. Tapi, bagaimana jika sejak bayi sudah mengalami masalah pendengaran?
Pasalnya, gangguan pendengaran atau tulis masih sulit untuk dideteksi saat anak masih bayi. Meski begitu pakar mengatakan ada cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada anak.
Dokter Spesialis THT Fikri Mirza Putranto mengatakan secara awam kita bisa mendeteksinya dengan mengetes pendengaran si bayi dan memancing refleks si bayi saat mendengar suara.
"Di posyandu perlu ditanyakan juga bahwa apakah kalau misalnya ada bunyi anaknya kaget atau tidak. Apakah jadi refleks pada bayi-bayi, ketika pada waktu disusui, ketika orang berbicara apakah proses menyusuinya berhenti atau tidak. Dan itu adalah tanda-tanda awal bahwa seorang anak mampu mendengar," ujar Dr. Fikri dalam acara temu media di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Sebisa mungkin kemampuan mendengar ini harus dites dan sudah harus dideteksi sebelum bayi berusia 6 bulan. Untuk segera mendapat penangannya, seperti mendapat alat bantu dengar, hingga keputusan dilakukan operasi.

"Sedangkan kita maunya sebelum 6 bulan dia harus shdah terdeteksi, pendengaran 6 bulan sampai 1 tahun, kita bantu pakai alat bantu dengar. Kalau sampai 1,5 tahun tidak berkembang pendengarannya maka pilihannya adalah operasi," ungkap Dr. Fikri.
Penanganan ini harus segera didapatkan sebelum bayi berusia 2,5 tahun termasuk dlakukan tindakkan operasi. Karena dengan begitu kemampuan anak untuk berkomunikasi akan terbantu, bahkan bisa setara dengan anak-anak normal lainnya.
"Dengan demikian kita menjamin proses perkembangan pendengaran dan komunikasi setara dengan anak-anak yang tidak mengalami gangguan pendengaran. Sehingga dia bisa bersekolah berfungsi sosial sama dengan fungsi pendengaran pada seusianya," tutupnya.