Virus Corona Covid-19 Makin Merajalela, Ancaman Pandemi Semakin Nyata

M. Reza Sulaiman

Selasa, 10 Maret 2020 | 14:44 WIB
Virus Corona Covid-19 Makin Merajalela, Ancaman Pandemi Semakin Nyata
Wabah virus corona Covid-19 semakin mendunia. (Shutterstock)

Suara.com - Virus Corona Covid-19 Makin Merajalela, Ancaman Pandemi Semakin Nyata

Kekhawatiran tentang ancaman virus Corona Covid-19 semakin besar. Meski China mengalami penurunan jumlah infeksi baru dan kenaikan angka kesembuhan, negara-negara lain di dunia justru sebaliknya.

Sudah lebih dari 114.299 orang terinfeksi virus Corona Covid-19, dengan kematian mencapai lebih dari 4.025 jiwa. Di sisi lain sebanyak 63.990 orang berhasil dinyatakan sembuh.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghereyesus mengatakan wabah virus Corona Covid-19 bisa meningkat menjadi pandemi. Ancaman ini semakin nyata setelah melihat data peningkatan kasus di negara-negara Eropa dan Asia.

Secara global, menurut WHO, lebih dari 100 negara melaporkan kasus virus corona.

Di seluruh dunia, China melaporkan jumlah kasus virus baru corona yang terendah, sementara sekitar seperempat populasi Italia diperintahkan dikarantina dan penumpang satu kapal pesiar siap diturunkan di negara bagian California, setelah beberapa dari mereka dinyatakan positif tertular virus tersebut

Meski begitu, Ghereyesus tetap menyuarakan optimisme. Meski akan menjadi pandemi, ia percaya skalanya tidak seperti pandemi-pandemi lain dalam sejarah.

"Kasus ini akan menjadi pandemi pertama dalam sejarah yang bisa dikendalikan," tuturnya dilansir VOA Indonesia.

Pengecekan suhu tubuh para pengunjung ataupun ASN di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (5/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengecekan suhu tubuh para pengunjung ataupun ASN di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (5/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di Indonesia ada sebanyak 19 pasien yang dinyatakan positif semuanya rata-rata hasil tracking atau pelacakan dari kasus 01 dan kasus 02, yakni ibu dan anak di Depok pada awalnya datang ke pesta dansa di Jakarta.

baca juga

Rata-rata pasien merupakan kasus imported atau pasien yang tertular dari luar negeri. Pasien-pasien ini adalah mereka yang baru saja berpergian ke luar negeri, dan baru menunjukkan gejalanya setelah tiba di Indonesia.

Scanner Thermal di pintu masuk tidak bisa mendeteksi, karena saat tiba mereka dalam kondisi sehat dan tidak demam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seluruh Wilayah Ditutup, 60 Juta Warga Italia Dilarang Keluar Rumah

Seluruh Wilayah Ditutup, 60 Juta Warga Italia Dilarang Keluar Rumah

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:36 WIB

Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah

Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah

Foto | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:33 WIB

Perang Melawan Corona, WHO Terima Sumbangan Hampir Rp 4,2 Triliun

Perang Melawan Corona, WHO Terima Sumbangan Hampir Rp 4,2 Triliun

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:20 WIB

Terkini

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 14:55 WIB

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 14:52 WIB

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:45 WIB

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

×