- KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dapat digunakan TNI AL selama 15-20 tahun mendatang.
- Modernisasi dan retrofit mesin di Tanjung Priok melibatkan PT PAL serta galangan Fincantieri asal Italia.
- Pengadaan kapal eks Italia ini dinilai dapat memperkuat kemampuan maritim serta proyeksi kekuatan TNI AL secara signifikan.
Suara.com - Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan calon kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, masih dapat digunakan TNI AL hingga 15–20 tahun ke depan.
Proyeksi masa pakai tersebut dilakukan melalui modernisasi atau retrofit mesin dan sejumlah teknologi di kapal eks Angkatan Laut Italia yang kini telah berusia 41 tahun.
"Mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut oleh TNI Angkatan Laut mungkin 15 sampai 20 tahun lagi," kata Ali saat jumpa pers usai meninjau kapal induk Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).
Ali mengatakan retrofit diperlukan untuk memperpanjang usia operasional Garibaldi sekaligus menyesuaikan kemampuan kapal dengan kebutuhan operasi TNI AL.
"Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu," katanya.
Proses retrofit, kata Ali, akan melibatkan industri pertahanan dalam negeri, yakni PT PAL, bersama Fincantieri selaku pembuat kapal asal Italia tersebut.
Sebelumnya, Co-Founder Jakarta Defence Society (JDS) Ade P. Marboen menilai rencana pengadaan ITS Giuseppe Garibaldi dapat memperkuat kemampuan maritim TNI AL.
Namun, dia mengingatkan pemerintah tetap perlu memperhitungkan usia dan masa pakai kapal tersebut.
Garibaldi diketahui sebelumnya digunakan Angkatan Laut Italia dan seharusnya telah memasuki masa pensiun pada 1 Oktober 2024.
Marboen mengatakan perbaikan oleh Fincantieri memang diproyeksikan membuat kapal tersebut dapat beroperasi kembali selama 15–20 tahun.
Namun, menurutnya, kualitas kapal dan komitmen anggaran untuk operasional serta pemeliharaan tetap perlu diperhitungkan.
"Dengan masa pakai 15-20 tahun, berarti 3-4 periode kepresidenan sehingga siapapun yang menjadi presiden harus memegang komitmen keras menyediakan anggaran operasional, pemeliharaan dan perawatan yang cukup," kata Marboen.
Menurut Marboen, pengadaan kapal tersebut juga berpotensi meningkatkan kemampuan TNI AL dalam proyeksi kekuatan dan interoperabilitas antar-matra. (Antara)