Amerika Mulai Teliti Klorokuin Sebagai Obat Pencegah Corona Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2020 | 11:21 WIB
Amerika Mulai Teliti Klorokuin Sebagai Obat Pencegah Corona Covid-19
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)

Suara.com - Obat anti malaria hydroxychloroquine atau yang dikenal klorokuin menjadi perbincangan beberapa minggu terakhir, karena disebut-sebut bisa digunakan sebagai obat alternatif menyembuhkan Covid-19.

Meski begitu, sayangnya belum ada penelitian terkait yang bisa membuktikan hal tersebut. Karena itulah sebuah penelitian akan dilakukan, untuk melihat bisakah obat ini dikonsumsi untuk mencegah penularan Covid-19.

Diwartakan laman Livescience, Selasa (31/3/2020), penelitian akan dilakukan oleh peneliti di New York dan Washington, dengan mendaftarkan 2.000 orang peserta yang pernah kontak dekat dengan pasien positif Covid-19.

Peserta nantinya secara acak diminta untuk mengonsumsi klorokuin atau pil plasebo selama dua pekan berturut-turut. Lalu setiap harinya mereka akan diuji pengecekan Covid-19. Demikian sebagaimana diungkap perwakilan University or Washington (UW) yang berkolaborasi dengan New York University (NYU).

Uji coba ini akan berlangsung selama 8 pekan, dengan target peneliti akan mendapatkan hasil pada musim panas mendatang.

"Saat ini, tidak ada cara yang terbukti ampuh mencegah Covid-19 usai terpapar virus," kata Anna Bershteyn, Asisten Profesor Kesehatan Masyarakat NYU.

"Jika hydroxychloroquine bisa mencegah, maka itu bisa menjadi obat penting untuk memerangi pandemi ini. Jika tidak, maka orang-orang harus menghindari risiko dan tidak perlu meminum obat," sambungnya.

Klorokuin adalah obat yang digunakan untuk mencegah atau mengobati malaria, dan satu teori menyatakan klorokuin bisa mencegah virus corona memasuki sel di tubuh. Obat tersebut juga digunakan untuk mengobati gangguan autoimun, rheumatoid arthritis dan lupus.

Di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo telah membeli dan memesan klorokuin sebanyak 3 juta buah. Alasan pembelian, karena obat itu disebut ampuh mengobati mereka yang terinfeksi virus Corona dan berhasil pulih di 3 negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelas Pasien Corona Covid-19 Pulih dengan Obat Hepatitis C

Sebelas Pasien Corona Covid-19 Pulih dengan Obat Hepatitis C

Health | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:02 WIB

Riset Obat Baru Corona, Unair: Moga Lebih Ampuh dari Avigan dan Klorokuin

Riset Obat Baru Corona, Unair: Moga Lebih Ampuh dari Avigan dan Klorokuin

Jatim | Sabtu, 28 Maret 2020 | 14:19 WIB

Masih Genting Wabah Corona, India Putuskan Hentikan Ekspor Obat Malaria

Masih Genting Wabah Corona, India Putuskan Hentikan Ekspor Obat Malaria

Health | Kamis, 26 Maret 2020 | 16:17 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB