Di Tengah Pandemi Corona, Hari Kesehatan Sedunia Sanjung Perawat dan Bidan

M. Reza Sulaiman

Selasa, 07 April 2020 | 14:17 WIB
Di Tengah Pandemi Corona, Hari Kesehatan Sedunia Sanjung Perawat dan Bidan
Hari Kesehatan Sedunia 2020, WHO Sanjung Perawat dan Bidan di tengah pandemi virus Corona Covid-19. (Dok. WHO)

Suara.com - Di Tengah Pandemi Corona, Hari Kesehatan Sedunia Sanjung Perawat dan Bidan

Hari Kesehatan Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 7 April memiliki kesan berbeda tahun ini. Sebab, agenda tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini dilaksanakan saat pandemi virus Corona Covid-19 menghantam dunia.

Tahun ini, Hari Kesehatan Sedunia 2020 mengangkat tema 'Dukung Perawat dan Bidan'. Menurut WHO, perawat dan bidan merupakan faktor penting bagi kita untuk bisa tinggal di dunia yang lebih ceria dan sehat.

Terlebih saat pandemi virus Corona Covid-19 seperti sekarang ini, perawat merupakan garda terdepan yang memberikan pelayanan kepada seluruh pasien.

"Hari ini 7 April 2020 merupakan perayaan bagi perawat dan bidan di seluruh dunia. Kami mengingatkan pada pemimpin dunia bahwa perawat dan bidan memiliki peran krusial dalam menjaga dunia tetap sehat," tulis WHO dalam situs resminya.

Peran perawat dan bidan bukar sekadar membantu dokter, terutama dalam pelayanan di tengah pandemi virus Corona.

Hari Kesehatan Sedunia 2020, WHO Sanjung Perawat dan Bidan di tengah pandemi virus Corona Covid-19. (Dok. WHO)
Hari Kesehatan Sedunia 2020, WHO Sanjung Perawat dan Bidan di tengah pandemi virus Corona Covid-19. (Dok. WHO)

"Perawat dan tenaga medis lainnya berperan penting dalam respons Covid-19, mereka memberikan perawatan berkualitas tinggi pada pasien, menjawab pertayaan dan menghilangkan ketakutan masyarakat, serta pada beberapa kasus, mengambil data untuk penelitian. Tanpa perawat, tidak akan ada respons," tulis WHO lagi.

Kehadiran perawat dan bidan sangat penting jika dunia ingin mencapai target kesehatan universal, mulai dari menurunkan angka kematian ibu dan bayi, penyakit infeksi, penyakit tidak menular, penyakit kesehatan jiwa, hingga pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

Dalam pidatonya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan pentingnya alat pelindung diri seperti masker untuk petugas medis. Ia menekankan bahwa masker medis harus diprioritaskan bagi petugas kesehatan di garis depan respons.

baca juga

"Kami tahu masker medis dapat membantu melindungi petugas kesehatan, tetapi mereka kekurangan pasokan secara global," katanya, dalam pidato kepada media, dilansir situs resmi WHO.

Hari Kesehatan Sedunia 2020, WHO Sanjung Perawat dan Bidan di tengah pandemi virus Corona Covid-19. (Dok. WHO)
Hari Kesehatan Sedunia 2020, WHO Sanjung Perawat dan Bidan di tengah pandemi virus Corona Covid-19. (Dok. WHO)

"Kami khawatir bahwa penggunaan massal masker medis oleh populasi umum dapat memperburuk ini ... Di beberapa tempat, kekurangan ini menempatkan pekerja kesehatan dalam bahaya nyata," ujarnya.

Sedangkan untuk masker non-medis, WHO bekerja sama dengan masing-masing negara untuk membantu menawarkan panduan yang sesuai pada warga negara untuk memakainya atau tidak.

"Sebagai contoh, negara-negara dapat mempertimbangkan untuk menggunakan masker di masyarakat di mana tindakan lain seperti mencuci tangan dan menjaga jarak fisik lebih sulit dicapai karena kurangnya air atau kondisi kehidupan yang sempit," kata Tedros.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Sebut Jajaran Puskesmas se-Indonesia Dilatih Online Virus Corona

Kemenkes Sebut Jajaran Puskesmas se-Indonesia Dilatih Online Virus Corona

News | Selasa, 07 April 2020 | 11:48 WIB

Hari Kesehatan Dunia, WHO: Masker Saja Tak Cukup Hentikan Corona Covid-19

Hari Kesehatan Dunia, WHO: Masker Saja Tak Cukup Hentikan Corona Covid-19

Health | Selasa, 07 April 2020 | 11:11 WIB

WHO Tegaskan Virus Corona Tak Menular Lewat Lalat!

WHO Tegaskan Virus Corona Tak Menular Lewat Lalat!

News | Selasa, 07 April 2020 | 10:43 WIB

Terkini

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

×