Kenali 3 Jenis Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Selena Gomez

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kenali 3 Jenis Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Selena Gomez
Selena Gomez. (Instagram/@selenagomez)

Setelah pergi rumah sakit jiwa di Amerika, Selena Gomez baru mengetahui dirinya mengidap bipolar.

Suara.com - Penyanyi sekaligus aktris kenamaan Selena Gomez mengungkapkan dirinya baru-baru ini didiagnosis dengan gangguan bipolar.

"Baru-baru ini aku pergi ke salah satu rumah sakit jiwa terbaik di Amerika, Rumah Sakit McLean, dan aku membahas berbagai hal yang aku lalui selama beberapa tahun, aku menyadari bahwa aku bipolar," tuturnya dalam siaran Instgaram bersama Miley Cyrus pada Jumat (3/4/2020).

Namun, mantan kekasih Justin Bieber ini mengaku tidak takut akan diagnosis tersebut.

"Jadi aku mengetahui lebih banyak informasi, itu sebenarnya membantuku," tambahnya.

Orang dengan gangguan bipolar mengalami periode emosi yang luar biasa intens, perubahan pola tidur dan tingkat aktivitas serta perilaku yang tidak seperti biasanya.

Selena Gomez curhat pada Miley Cyrus (Instagram/Miley Cyrus)
Selena Gomez curhat pada Miley Cyrus (Instagram/Miley Cyrus)

Berdasarkan National Institute of Mental Health, ada tiga jenis gangguan bipolar, yaitu:

1. Gangguan Bipolar I

Didefinisikan oleh episode mania (gembira, mudah marah, atau berenergi) yang berlangsung setidaknya 7 hari, atau oleh gejala mania yang begitu parah sehingga orang tersebut membutuhkan perawatan rumah sakit segera.

Umumnya, periode depresi juga terjadi yang berlangsung setidaknya selama dua minggu.

Kemungkinan penderita juga mengalami episode depresi dengan fitur campuran (memiliki gejala depresi dan gejala mania pada saat yang sama).

Ilustrasi bipolar (shutterstock)
Ilustrasi bipolar (shutterstock)

2. Gangguan Bipolar II

Didefinisikan oleh pola episode depresif dan episode hipomania (periode mania yang kurang parah). Tetapi tidak seperti episode mania yang khas seperti Bipolar I.

Individu dengan gangguan bipolar II juga dapat mengalami depresi untuk periode yang lebih lama, yang dapat menyebabkan gangguan serius.

3. Gangguan Siklotimik

Jjuga disebut Siklotimia, ditentukan oleh periode gejala hipomania serta periode gejala depresi yang berlangsung minimal dua tahun (satu tahun pada anak-anak dan remaja). Namun, gejalanya tidak memenuhi diagnostik untuk episode hipomania dan episode depresi.

Kadang-kadang seseorang mungkin mengalami gejala gangguan bipolar yang tidak cocok dengan tiga kategori yang tercantum di atas.

Misalnya, bipolar dan gangguan lain yang berhubungan dengan obat-obatan atau alkohol tertentu atau karena kondisi medis, seperti penyakit stroke atau cushing (gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS