Kenali 3 Jenis Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Selena Gomez

Selasa, 07 April 2020 | 14:30 WIB
Kenali 3 Jenis Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Selena Gomez
Selena Gomez. (Instagram/@selenagomez)

Suara.com - Penyanyi sekaligus aktris kenamaan Selena Gomez mengungkapkan dirinya baru-baru ini didiagnosis dengan gangguan bipolar.

"Baru-baru ini aku pergi ke salah satu rumah sakit jiwa terbaik di Amerika, Rumah Sakit McLean, dan aku membahas berbagai hal yang aku lalui selama beberapa tahun, aku menyadari bahwa aku bipolar," tuturnya dalam siaran Instgaram bersama Miley Cyrus pada Jumat (3/4/2020).

Namun, mantan kekasih Justin Bieber ini mengaku tidak takut akan diagnosis tersebut.

"Jadi aku mengetahui lebih banyak informasi, itu sebenarnya membantuku," tambahnya.

Orang dengan gangguan bipolar mengalami periode emosi yang luar biasa intens, perubahan pola tidur dan tingkat aktivitas serta perilaku yang tidak seperti biasanya.

Selena Gomez curhat pada Miley Cyrus (Instagram/Miley Cyrus)
Selena Gomez curhat pada Miley Cyrus (Instagram/Miley Cyrus)

Berdasarkan National Institute of Mental Health, ada tiga jenis gangguan bipolar, yaitu:

1. Gangguan Bipolar I

Didefinisikan oleh episode mania (gembira, mudah marah, atau berenergi) yang berlangsung setidaknya 7 hari, atau oleh gejala mania yang begitu parah sehingga orang tersebut membutuhkan perawatan rumah sakit segera.

Umumnya, periode depresi juga terjadi yang berlangsung setidaknya selama dua minggu.

Baca Juga: Tak Takut Virus Corona, Warga Berdesakan Antre Beli Masker di Pabrik

Kemungkinan penderita juga mengalami episode depresi dengan fitur campuran (memiliki gejala depresi dan gejala mania pada saat yang sama).

Ilustrasi bipolar (shutterstock)
Ilustrasi bipolar (shutterstock)

2. Gangguan Bipolar II

Didefinisikan oleh pola episode depresif dan episode hipomania (periode mania yang kurang parah). Tetapi tidak seperti episode mania yang khas seperti Bipolar I.

Individu dengan gangguan bipolar II juga dapat mengalami depresi untuk periode yang lebih lama, yang dapat menyebabkan gangguan serius.

3. Gangguan Siklotimik

Jjuga disebut Siklotimia, ditentukan oleh periode gejala hipomania serta periode gejala depresi yang berlangsung minimal dua tahun (satu tahun pada anak-anak dan remaja). Namun, gejalanya tidak memenuhi diagnostik untuk episode hipomania dan episode depresi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI