Peneliti Belum Bisa Pastikan Obat Malaria Klorokuin Dapat Atasi Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 08 April 2020 | 17:30 WIB
Peneliti Belum Bisa Pastikan Obat Malaria Klorokuin Dapat Atasi Covid-19
Avigan dan Klorokuin disebut efektif mengobati pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti Belum Bisa Pastikan Obat Malaria Klorokuin Dapat Atasi Covid-19.

Obat malaria hydroxychloroquine atau hidroklorokuin (klorokuin) sempat disebut dapat menjadi obat alternatif mengatasi penyakit virus corona Covid-19.

Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersikeras untuk menggunakan obat tersebut kepada pasien Covid-19 di AS.

Tetapi para peneliti belum bisa membuktikan efektivitas obat tersebut karena belum banyaknya studi ilmiah yang dilakukan.

"Ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa mungkin ada efeknya tapi ada yang lain menunjukkan tidak ada efek. Jadi saya pikir, secara sains, saya tidak berpikir obat itu bisa bekerja," kata kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Dr. Anthony Fauci kepada CBS's Face the Nation seperti diberitakan VOX.

Hanya saja, para peneliti mengakui ketika Covid-19 menyebar ke seluruh dunia dan kebutuhan akan pengobatan efektif semakin meningkat, maka mencari obat alternatif yang bisa digunakan sangat dimungkinkan.

Tetapi, Fauci menegaskan, tanpa uji klinis yang kuat untuk memverifikasi potensinya, pengobatan dengan obat tersebut bisa lebih berbahaya daripada penyakit Covid-19 itu sendiri.

Uji klinis adalah cara utama para peneliti mencari tahu apakah suatu obat bekerja dan tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

Para peneliti belum mengetahui apakah hydroxychloroquine sebenarnya bagus digunakan sebagai obat alternatif Covid-19.

Sedangkan sebagian besar pasien yang terinfeksi virus corona berhasil sembuh tanpa perawatan obat malaria.

Diketahui bahwa obat anti-malaria hydroxychloroquine juga diresepkan sebagai obat anti-inflamasi untuk sakit seperti radang sendi dan lupus.

Meski begitu, dokter di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat ,Prancis, Cina, dan Korea Selatan telah melaporkan keberhasilan dalam mengobati pasien Covid-19 dengan hydroxychloroquine yang terkadang dipasangkan dengan antibiotik azithromycin.

Tetapi hal itu tidak cukup untuk memastikan bahwa obat tersebut efektif untuk pengobatan populasi yang lebih luas.

Sebuah studi sederhana oleh para peneliti di Perancis menemukan bahwa obat itu dapat menghilangkan infeksi dalam beberapa hari.

Tetapi sampel penelitian hanya mencakup 36 pasien dan uji coba tidak dilakukan secara acak.

Artinya para peneliti secara sengaja memilih pasien mana yang menerima pengobatan, yang berpotensi mempengaruhi hasilnya.

Penelitian lain juga sama kurang menjanjikan. Sebuah penelitian di China menemukan bahwa hidroksi kloroquin tidak lebih baik daripada perawatan medis biasa.

Penelitian juga dilakukan sangat kecil. Hanya melibatkan 30 pasien, tetapi pengobatannya dilakukan secara acak.

Studi lain di Perancis, di antara 11 pasien menemukan bahwa hydroxychloroquine tidak efektif. Satu pasien sekarat, dua dipindahkan ke unit perawatan intensif, dan satu pasien yang mengalami masalah jantung sehingga perawatan hydroxychloroquine dihentikan lebih awal.

Di Swedia, beberapa rumah sakit telah berhenti menawarkan obat itu setelah beberapa pasien dilaporkan kejang dan pandangannya kabur.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah melaporkan efek samping dari obat malaria itu. Seperti kerusakan retina yang tidak dapat diperbaiki, aritmia jantung, kelemahan otot, dan penurunan gula darah yang parah.

Ada efek kejiwaan juga, termasuk insomnia, mimpi buruk, halusinasi, dan ide bunuh diri.

Oleh karena itu Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga bahkan tidak merekomendasikan hydroxychloroquine sebagai pengobatan rutin untuk malaria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Corona, Halte Transjakarta Harmoni Dipasang Bilik Disinfektan

Cegah Corona, Halte Transjakarta Harmoni Dipasang Bilik Disinfektan

Foto | Rabu, 08 April 2020 | 17:21 WIB

Cegah Virus Corona, Petugas Perketat Pintu Masuk Rusun Marunda

Cegah Virus Corona, Petugas Perketat Pintu Masuk Rusun Marunda

News | Rabu, 08 April 2020 | 17:01 WIB

Selain Usia, Warna Kulit Juga Pengaruhi Risiko Kematian karena Virus Corona

Selain Usia, Warna Kulit Juga Pengaruhi Risiko Kematian karena Virus Corona

Health | Rabu, 08 April 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB