Temuan Baru, saat Bersama Orang Lain Porsi Makan Jadi Lebih Sedikit

Yasinta Rahmawati

Kamis, 09 April 2020 | 07:30 WIB
Temuan Baru, saat Bersama Orang Lain Porsi Makan Jadi Lebih Sedikit
Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)

Suara.com - Baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa makan bersama orang lain membuat porsi makan seseorang lebih kecil.

Sebuah tim peneliti di Universitas Tokyo telah menemukan bahwa orang cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih kecil ketika mereka bersama orang lain daripada saat sendirian. Namun demikian, mereka jadi lebih sering makan.

Dilansir dari Science Daily, hal itu dikemukakan dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ketika hewan di alam liar mencari makan bersama, mereka cenderung makan porsi yang lebih kecil daripada saat sendirian, tetapi mereka makan lebih sering.

Para peneliti pun bertanya-tanya apakah hal yang sama berlaku bagi manusia.

Untuk mengetahui apakah orang secara otomatis mengubah kebiasaan mencari makan ketika makan dengan orang lain, para peneliti melakukan percobaan yang melibatkan sukarelawan duduk di meja dan makan keripik kentang.

Ilustrasi makan bersama di restoran. (Shutterstock)
Ilustrasi makan bersama di restoran. (Shutterstock)

Dalam beberapa skenario, seorang relawan duduk sendirian makan keripik di tempat lain, dua orang makan keripik di meja yang sama berhadapan satu sama lain.

Dalam semua kasus, setiap sukarelawan diberi sepiring keripik dan semua isinya sama banyak. Para peneliti juga menempatkan skala tersembunyi untuk membantu memperkirakan ukuran porsi dan konsumsi.

Para peneliti menemukan bahwa ketika orang berpasangan, mereka cenderung makan dengan porsi lebih kecil daripada saat makan sendirian, tetapi mereka makan lebih sering.

baca juga

Namun hasil akhirnya adalah bahwa mereka akhirnya makan jumlah yang sama makanan terlepas dari apakah mereka makan dengan seseorang atau sendirian.

Peneliti juga mencatat bahwa karena perubahan pola makan pada sukarelawan terlihat di semua peserta, mereka menyarankan itu menunjukkan bahwa perubahan tersebut otomatis.

Jadi sukarelawan yang terlibat tidak secara sengaja memutuskan untuk mengubah perilaku makan mereka, mereka melakukannya tanpa memikirkannya.

Penelitian menunjukkan bahwa itu telah menjadi bagian dari perilaku manusia sejak lama. Di mana nenek moyang kita kemungkinan menggunakannya untuk memaksimalkan asupan makanan berdasarkan pada persaingan dari teman sebaya mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sarapan Itu Penting, Jangan Lewatkan Ya!

Sarapan Itu Penting, Jangan Lewatkan Ya!

Your Say | Rabu, 15 Januari 2020 | 16:37 WIB

Nafsu Makan Meningkat Saat Makan Ramai-ramai? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Nafsu Makan Meningkat Saat Makan Ramai-ramai? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Health | Rabu, 09 Oktober 2019 | 20:30 WIB

Apakah Ibu Hamil Harus Makan 2 Porsi? Ternyata Pemahaman Ini Salah Kaprah!

Apakah Ibu Hamil Harus Makan 2 Porsi? Ternyata Pemahaman Ini Salah Kaprah!

Health | Senin, 16 September 2019 | 18:10 WIB

Terkini

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×