Kasus Pelecehan pada Anak selama Karantina Naik Meski Dilaporkan Turun

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 15 April 2020 | 15:42 WIB
Kasus Pelecehan pada Anak selama Karantina Naik Meski Dilaporkan Turun
Ilustrasi kekerasan anak (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa ahli mengatakan risiko kekerasan atau pelecehan fisik pada anak meningkat akibat diberlakukannya karantina di seluruh dunia untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Kepala eksekutif TexProtects, organisasi advokasi anak di seluruh negara bagian, Sophie Phillips, mengatakan segala jenis krisis dapat menempatkan anak-anak pada peningkatan risiko pelecehan dan penelantaran.

"Ini adalah waktu yang sangat menarik. Orangtua berada di bawah banyak tekanan, kemudian ada juga kesulitan keuangan," tuturnya, dikutip dari ABC News.

Meski begitu, ada pengurangan jumlah laporan. Contohnya, Phillip menuturkan laporan di Texas' Child Protection Services (CPS) berkurang hingga 48%.

Pada minggu pertama Maret ketika sekolah masih dibuka, Phillips mengatakan Texas memiliki 11.447 laporan pelecehan anak.

Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Tiga minggu kemudian, ketika sebagian besar kota-kota besar diimbau untuk tinggal di rumah, jumlah laporan turun hampir 50%.

"Penting untuk dicatat bahwa sementara kita dapat mengantisipasi peningkatan insiden pelecehan seksual secara aktual, kita tidak akan melihat hal itu tercermin dalam laporan di agensi kesejahteraan anak," sambungnya.

Hal ini juga terjadi di Pennsylvania yang mengalami pengurangan hingga 50% dalam panggilan harian rata-rata ke ChildLine, divisi dari Departemen Layanan Kemanusiaan Pennsylvania (DHS).

Divisi ini bertanggung jawab untuk menerima laporan dugaan pelecehan anak.

"Anak-anak sekarang di rumah seperti kebanyakan dari kita dan mereka tidak bertemu guru, pengemudi bus sekolah, pekerja sosial, jadi tidak ada laporan," kata Angela Liddle, presiden dan CEO Pennsylvania Family Support Alliance, organisasi layanan perlindungan anak nirlaba.

Karena aturan jarak sosial , pekerja sosial menjadi lebih sulit untuk berbicara dan mengunjungi anak-anak yang membutuhkan bantuan, kata Liddle.

Liddle, yang memiliki pengalaman 30 tahun dalam pencegahan dan layanan pelecehan anak terhadap keluarga, mengatakan perlunya keselamatan anak harus menjadi prioritas utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Prediksi Social Distancing Akan Dilakukan Sampai 2022, Kenapa?

Peneliti Prediksi Social Distancing Akan Dilakukan Sampai 2022, Kenapa?

Health | Rabu, 15 April 2020 | 15:37 WIB

Stres saat Pandemi Corona, Coba Nonton TV dan Film Rekomendasi Psikoterapis

Stres saat Pandemi Corona, Coba Nonton TV dan Film Rekomendasi Psikoterapis

Health | Rabu, 15 April 2020 | 15:31 WIB

DIY Sudah Miliki Data Statistik Serupa Radar COVID-19, Begini Caranya

DIY Sudah Miliki Data Statistik Serupa Radar COVID-19, Begini Caranya

Jogja | Rabu, 15 April 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB