Otoritas China Sudah Prediksi Covid-19 akan Jadi Pandemi Sejak Januari

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 16 April 2020 | 20:00 WIB
Otoritas China Sudah Prediksi Covid-19 akan Jadi Pandemi Sejak Januari
Tenaga medis di Kota Wuhan, China (AFP)

Manurut AP, pada 15 Januari, atas instruksi Ma, CDC China memprakarsai respons internal siaga tingkat satu. Pada minggu berikutnya, pejabat CDC dikirim ke seluruh negeri untuk melatih petugas kesehatan, mengumpulkan dana, mengumpulkan data tentang virus, dan mengawasi pengujian laboratorium.

Bandara, stasiun bis dan kereta api di provinsi Hubei diperintahkan untuk memeriksa suhu para penumpang.

Pada 17 Januari, Wuhan secara resmi melaporkan sekitar 50 kasus, tetapi ada kemungkinan 35 kali lebih banyak jika dilihat melalui pemodelan retrospektif dari Imperial College London.

Virus corona baru (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)
Virus corona baru (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)

Sementara 20 Januari, Presiden Xi akhirnya memberi tahu orang-orang untuk melakukan jarak sosial dan menghindari bepergian. Kemudian, seorang ahli epidemiologi Tiongkok, Zhong Nanshan, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa virus itu sebenarnya ditularkan di antara manusia.

Sayangnya, lebih dari 1 miliar penduduk China dan seluruh dunia menjalani kehidupan mereka seperti biasa, tidak menyadari bencana yang akan datang.

"Dalam enam hari sebelumnya (14-20 Januari), lebih dari 3.000 orang terkena virus corona di China," ujar pihak AP. Sementara pada 20 Januari, China mengonfirmasi 224 kasus virus korona. Tetapi para ahli mengatakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

"Periode ini juga menandai menjelang Tahun Baru Imlek, liburan terbesar di China, ketika jutaan orang di seluruh negeri melakukan perjalanan pulang untuk melihat keluarga mereka," tambahnya.

Menurut penelitian dari ilmuwan di Universitas Southampton Inggris yang terbit pada 13 Maret menyatakan, bahwa jika tanggal 14 Januari sudah ada tindakan, maka orang yang terinfeksi berkurang sekitar 60 persen.

"Jika pada 14 Januari pihak berwenang China mengatakan kepada orang-orang untuk tinggal di rumah, memakai masker, dan menahan diri untuk tidak bepergian, jumlah kasus mungkin telah berkurang sekitar 66 persen," tulis pihak peneliti Universitas Southampton.

baca juga

"Jika mereka mengambil tindakan enam hari sebelumnya, akan ada lebih sedikit pasien dan fasilitas medis sudah cukup," kata Zuo-Feng Zhang, seorang ahli epidemiologis dari Universitas California di Los Angeles.

Tiga bulan setelahnya, per Kamis (16/4/2020), virus corona sudah mewabah ke suluruh dunia dengan 2.094.897 kasus. Sementara tingkat kematian sudah mencapai 135.569 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kali Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Lebih Banyak dari yang Meninggal

Pertama Kali Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Lebih Banyak dari yang Meninggal

News | Kamis, 16 April 2020 | 17:47 WIB

Baju Pesanan Tak Dibayar, Ivan Gunawan Masih Tunggu Itikad Baik

Baju Pesanan Tak Dibayar, Ivan Gunawan Masih Tunggu Itikad Baik

Entertainment | Kamis, 16 April 2020 | 17:45 WIB

Gelar Simulasi Pemulasaran, Polda DIY Siap Bantu Pemakaman Korban Covid-19

Gelar Simulasi Pemulasaran, Polda DIY Siap Bantu Pemakaman Korban Covid-19

Jogja | Kamis, 16 April 2020 | 18:00 WIB

Terkini

Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi

Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Modal Kunci Duplikat, Mantan Karyawan Sate Babi Curi 2 Motor Milik Bos di Tambora

Modal Kunci Duplikat, Mantan Karyawan Sate Babi Curi 2 Motor Milik Bos di Tambora

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan

Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:00 WIB

DPR Tantang Nyali Menteri Haji, Minta Negosiasi Langsung ke Saudi soal Dana DP Haji Rp66 Miliar

DPR Tantang Nyali Menteri Haji, Minta Negosiasi Langsung ke Saudi soal Dana DP Haji Rp66 Miliar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas

Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Segera Daftar! Ini Syarat dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa Unggulan 2026

Segera Daftar! Ini Syarat dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa Unggulan 2026

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:50 WIB

×