Dokter AS Gunakan Hormon Seks Wanita untuk Selamatkan Pasien Covid-19 Pria

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 28 April 2020 | 07:35 WIB
Dokter AS Gunakan Hormon Seks Wanita untuk Selamatkan Pasien Covid-19 Pria
Pasien corona. (Antara)

Penelitian telah menunjukkan estrogen mungkin memiliki efek pada protein yang dikenal sebagai angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

"Virus corona menggunakan reseptor ACE2 pada permukaan sel sebagai rute masuk, dan ACE2 diatur secara berbeda pada pria dan wanita," kata Kathryn Sandberg, direktur Pusat Studi Perbedaan Seks dalam Kesehatan, Penuaan dan Penyakit di Universitas Georgetown.

Dalam penelitian dengan tikus, Dr. Sandberg dan rekan-rekannya telah menunjukkan bahwa estrogen dapat mengurangi ekspresi protein ACE2 di ginjal mereka. Oleh karenanya, ada kemungkinan hormon tersebut dapat mengurangi ekspresi ACE2 pada pria juga.

“Kita mungkin tidak mengerti persis bagaimana estrogen bekerja, tetapi mungkin kita bisa melihat bagaimana pasien melakukannya," kata Nachman.

Ia menambahkan bahwa estrogen memainkan peran yang kompleks, baik dalam respon kekebalan awal yang dapat membantu membersihkan infeksi virus atau respons yang dapat berkembang menjadi badai sitokin.

Uji coba estrogen Stony Brook merekrut 110 pasien Covid-19 yang datang ke ruang gawat darurat rumah sakit dengan gejala seperti demam, batuk, sesak napas atau radang paru-paru.

Para peneliti akan mengikuti mereka untuk melihat apakah estrogen mengurangi keparahan penyakit mereka.

Sementara itu studi Cedars-Sinai mencakup lebih kecil dengan hanya 40 subjek yang semuanya laki-laki. Pasien yang dapat berpartisipasi adalah pasien Covid-19 rawat inap di rumah sakit dengan penyakit ringan hingga sedang.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Para pasien kemudian akan mendapatkan dua suntikan progesteron setiap hari selama lima hari yang akan dimonitor untuk melihat apakah status mereka membaik.

Hipotesisnya, progesteron akan mencegah atau meredam reaksi berlebihan yang berbahaya dari sistem kekebalan tubuh atau disebut badai sitokin. Peneliti berharap, progesteron akan mengurangi kemungkinan sindrom gangguan pernapasan akut.

Kedua hormon yang diuji diyakini aman, terutama bila digunakan untuk jangka waktu singkat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Sahrul, Petugas Pemulasaran Pasien Covid-19: Memuliakan Jenazah

Kisah Sahrul, Petugas Pemulasaran Pasien Covid-19: Memuliakan Jenazah

News | Senin, 27 April 2020 | 19:57 WIB

Haru, Begini Kesaksian Petugas Pemulasaran Jenazah Pasien Virus Corona

Haru, Begini Kesaksian Petugas Pemulasaran Jenazah Pasien Virus Corona

News | Senin, 27 April 2020 | 19:47 WIB

Persiapan Penuhi Kebutuhan Ekspor, Daihatsu Latih Karyawan Pabriknya

Persiapan Penuhi Kebutuhan Ekspor, Daihatsu Latih Karyawan Pabriknya

Otomotif | Senin, 27 April 2020 | 20:00 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB