Virus Corona: Dokter Inggris Temukan Gejala Aneh pada Anak yang Sakit Parah

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Selasa, 28 April 2020 | 08:03 WIB
Virus Corona: Dokter Inggris Temukan Gejala Aneh pada Anak yang Sakit Parah
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Para dokter di NHS (program layanan kesehatan Britania Raya) telah diperingatkan untuk mencari reaksi langka tetapi berbahaya pada anak-anak yang kemungkinan terkait dengan infeksi virus corona baru.

Dilansir BBC, sebuah peringatan mendesak ditujukan pada dokter dari departemen perawatan internsif di London bahwa mereka telah mengobati anak-anak yang sakit parah dengan gejala tidak biasa.

Ini termasuk 'peradangan multi-sistem' dengan gejala seperti flu. Beberapa di antara mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru.

Namun, belum diketahui berapa banyak anak yang mengalami reaksi tidak biasa tersebut, meski jumlahnya kemungkinan masih sedikit.

Direktur medis NHS Inggris Stephen Powis mengatakan mereka mengetahui tentang laporan keanehan ini yang menyebabkan penyakit parah pada anak-anak.

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

"Hanya dalam beberapa hari terakhir kita telah melihat laporan itu. Kami telah meminta para ahli kai untuk memeriksa ini sebagai masalah yang mendesak," katanya.

Peringatan itu, yang dikeluarkan oleh NHS Inggris, mengatakan ada kekhawatiran bahwa sindrom peradangan terkait Covid-19 muncul pada anak-anak di Inggris atau adanya kemungkinan infeksi lain, yang belum diketahui, terkait dengan kasus ini.

Pasien-pasien muda ini yang terdiri dari berbagai usia, diketahui sakit parah. Mereka memiliki gejala yang mirip sindrom syok toksik, dengan tanda seperti suhu tinggi, tekanan darah rendah, ruam dan kesulitan bernapas.

Beberapa dari mereka juga mengalami gejala gastrointestinal (kelainan pada sistem pencernaan), dengan tanda seperti sakit perut, muntah, atau diare, serta peradangan di jantung, dan hasil tes darah abnormal. Kasus-kasus ini perlu penanganan segera.

baca juga

Tetapi para ahli menekankan hanya sedikit anak yang sakit parah akibat Covid-19, mengingat penelitian di seluruh dunia membuktikan anak-anak adalah populasi yang paling sedikit terpengaruh penyakit ini.

Ilustrasi anak sakit (Shutterstock)

Konsultan di Pedriatric Intensive Care di Cambridge, Nazim Pathan, mengungkapkan rekan-rekannya di Spanyol dan Italia juga telah melaporkan kasus serupa.

"Beberapa anak mengalami penyakit syok septik dan ruam, jenis tanda yang kita lihat pada sindrom syok toksik dan penyakit Kawasaki (penyakit yang memengaruhi pembuluh darah dan jantung)," katanya.

"Secara keseluruhan, anak-anak tampaknya lebih tahan terhadap infeksi paru-paru serius setelah terpapar virus corona, dan jumlah yang dirawat di unit perawatan intensif relatif rendah," sambungnya.

NHS Inggris melaporkan mereka menemukan kasus ini kurang dari 20. Tetapi mereka akan melanjutkan investigasi terkiat gejala ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:24 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×