Nilai Anak Tertinggal di Sekolah, Ini Tips Untuk Para Orangtua

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 28 April 2020 | 08:45 WIB
Nilai Anak Tertinggal di Sekolah, Ini Tips Untuk Para Orangtua
Ilustrasi anak belajar di sekolah. (Shutterstock)

Suara.com - Nilai Anak Tertinggal di Sekolah, Ini Tips Untuk Para Orangtua

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya berprestasi di sekolah. Sering kali nilai tinggi dan ranking dijadikan standar oleh orangtua dalam menilai perkembangan anak di sekolah.

Sehingga, tak jarang orangtua was-was jika anaknya mendapat nilai rendah di sekolah. Psikolog Pendidikan dari Universitas Indonesia Rose Mini Agoes Salim mengatakan, orangtua harus menyadari bahwa setiap anak memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

"Kadang orangtua pengen nilai anaknya tinggi, 9 atau 10. Padahal kapasitas anak tidak sama. Kalau kakaknya mudah mendapat nilai tinggi di matematika belum tentu si adik sama. Mungkin dia masuk pada mata pelajaran yang berbeda," kata bunda Romi, sapaan akrab Rose Mini, saat melakukan siaran langsung di Instagram bersama @ayahbunda, Senin (27/4/2020).

Ilustrasi orangtua menemani anak belajar (Shutterstock)
Ilustrasi orangtua menemani anak belajar (Shutterstock)

Kalau si anak terus mendapat nilai jelek dalam jangka waktu tertentu, menurut Romi, kemungkinan ada yang salah pada cara pengajaran.

"Kita tahu informasi bisa masuk dengan cara visual gambar-gambar, auditori mendengar, dan kinestetik. Kita lihat anak goyang mulu sementara orangtua ngomong terus gak akan nyambung informasi yang disampaikan," tuturnya.

"Bukan anak yang terhambat tapi mungkin cara prosesnya yang beda. Jangan cepat-cepat ambil kesimpulan anak kita gak mampu. Kalau dia nilainya tujuh mungkin memang di pelajaran itu tujuh. Siapa tahu dipelajaran lain berbeda," jelas Romi.

Diakuinya, setiap orangtua pasti menginginkan nilai bagus dari anaknya. Tapi jika nilai dan ranking terus dijadikan standar bisa membuat anak stres. Menurutnya, lebih baik biarkan anak santai dengan nilai yang didapat tapi tetap bahagia.

Romi menjelaskan bahwa menjadi tugas orangtua membuat anak merasa bahagia. Agar anak percaya bahwa dalam dirinya ada hak positif yang tinggi juga kemampuan.

baca juga

"Jadi nuansa itu yang harus kita perhatikan. Saya lakukan riset kecil bahwa ada banyak orangtua gak kenal anaknya. Anak disamakan dengan nilai, anak disamakan dengan ranking. Anak kita mungkin berbeda. Gak apa-apa. Manusia bisa maju kok dengan kapasitas kemampuannya. Asal simulasi sebagai orangtua memaksimalkan kemampuaannya," tutur Romi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah, Orangtua Harus Sabar dan Ikhlas

Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah, Orangtua Harus Sabar dan Ikhlas

Health | Senin, 27 April 2020 | 17:29 WIB

Prinsip Belajar dari Rumah, Psikolog: Anak Jangan Dibebani Tugas Sekolah

Prinsip Belajar dari Rumah, Psikolog: Anak Jangan Dibebani Tugas Sekolah

Health | Senin, 27 April 2020 | 18:45 WIB

Ramai Ortu Ajarkan Buang Air Pada Anak Selama Karantina di Rumah Aja

Ramai Ortu Ajarkan Buang Air Pada Anak Selama Karantina di Rumah Aja

Health | Minggu, 26 April 2020 | 21:23 WIB

Terkini

Negeri Kabut dan Pesta Imajinasi Seno Gumira Ajidarma

Negeri Kabut dan Pesta Imajinasi Seno Gumira Ajidarma

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 18:00 WIB

Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu

Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:59 WIB

Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun

Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG

Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru

Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 17:56 WIB

Tepis Isu Suap Jaksa Agung, Kejagung Pastikan BAP Rp40 Miliar Tan Kian Bukan dari Tim 9

Tepis Isu Suap Jaksa Agung, Kejagung Pastikan BAP Rp40 Miliar Tan Kian Bukan dari Tim 9

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:56 WIB

Tak Hanya untuk Masakan, Daun Pandan Dikembangkan Jadi Bahan Sampo Alami

Tak Hanya untuk Masakan, Daun Pandan Dikembangkan Jadi Bahan Sampo Alami

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:55 WIB

TWS Mulai Jadi Asisten Harian, OPPO Enco Buds3s Bawa AI Penerjemah hingga Gaming 47ms

TWS Mulai Jadi Asisten Harian, OPPO Enco Buds3s Bawa AI Penerjemah hingga Gaming 47ms

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 17:53 WIB

Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Amankan Bahan Baku Pupuk, Ada Ancaman dari Geopolitik

Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Amankan Bahan Baku Pupuk, Ada Ancaman dari Geopolitik

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:50 WIB

×