Tanda Pengenal 'Kebal Covid-19' untuk Pasien Sembuh Corona, Apa Fungsinya?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 29 April 2020 | 10:00 WIB
Tanda Pengenal 'Kebal Covid-19' untuk Pasien Sembuh Corona, Apa Fungsinya?
Ilustrasi Pasien sembuh virus Corona Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Tanda Pengenal 'Kebal Covid-19' untuk Pasien Sembuh Corona, Apa Fungsinya?

Pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Keharusan melakukan karantina mandiri untuk menghentikan penularan virus corona, memaksa sejumlah bisnis terhenti karena tak bisa melakukan pekerjaan dari rumah.

Semakin cepat orang dapat berkegiatan normal di luar rumah, tentu dapat memulai pemulihan ekonomi. Namun untuk melakukan itu, setiap orang yang beraktivitas di luar perlu dipastikan tidak lagi berisiko menularkan virus corona.

Sementara itu WHO mengatakan bahwa belum ada bukti orang yang sembuh dari Covid-19 tidak akan mendapatkan infeksi kedua. Meski secara teori imunologi bahwa orang yang berhasil pulih dari virus, tubuhnya bisa meningkatkan beberapa jumlah imunitas.

Mengutip dari CNN, dokter spesialis kesehatan masyarakat dari Atlanta, Amerika Serikat, Saju Mathew mengatakan perlu ada tes antibodi untuk menentukan siapa saja yang kebal terhadap virus corona dan melakukan penelitian berapa lama kekebalan itu bisa bertahan.

Setelah itu, orang-orang tersebut diberi tanda pengenal 'kebal Covid-19' agar mereka dapat melanjutkan hidup seperti biasa.

Kota New York di tengah pandemi covid-19. (VOA Indonesia)
Kota New York di tengah pandemi covid-19. (VOA Indonesia)

"Di China, misalnya, kode QR telah digunakan untuk melonggarkan pembatasan di Wuhan, tempat pandemi itu berasal. Orang-orang yang dinilai sehat telah diberi kode QR hijau, yang menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan perjalanan di dalam provinsi," tutur Mathew.

Sementara kode QR kuning diberikan kepada seseorang yang mungkin telah melakukan kontak dengan orang terinfeksi virus. Dan kider QR merah adalah untuk mereka yang telah didiagnosis atau diduga memiliki virus.

Mathew meyakini bahwa menjaga jarak fisik akan efektif dalam mengurangi penularan virus. Namun, hal itu harus dilakukan secara global agar berdampak hasil terbaik.

baca juga

Beberapa negara, menurut Mathew telah mengambil pendekatan yang lebih agresif. India misalnya, dengan populasi lebih dari 1,3 miliar, telah melakukan lockdown yang akan berlangsung hingga 3 Mei. Meskipun beberapa karyawan telah diizinkan untuk kembali bekerja dengan pedoman kebersihan yang ketat.

Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)
Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)

Afrika Selatan juga telah memilih metode penguncian yang ketat untuk seluruh wilayahnya, seperti yang dipraktikkan di Wuhan, meskipun minggu ini ia berencana untuk mencabut beberapa pembatasan dan menerapkan jam malam.

Risiko dilakukannya penguncian terhadap sejumlah besar masyarakat, tentu berimbas pada sektor perekonomian. Mathew mengatakan, sejak 14 Maret, sekitar 26,5 juta orang di Amerika Serikat, sekitar 16,2 persen dari angkatan kerja, menjadi pengangguran.

Tetapi hal itu bisa dihindari jika masyarakat memiliki tanda pengenal 'kebal Covid-19'. Pekerja yang tidak berisiko menyebarkan virus dapat bergerak dengan bebas kembali ke pekerjaan mereka dan membantu memulai ekonomi.

"Kami telah lama mengetahui dari penyakit lain, seperti hepatitis bahkan flu biasa, bahwa tubuh manusia dapat melindungi dirinya dari tertular penyakit yang pernah dialami dengan memproduksi antibodi. Melalui protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap virus asing yang masuk," jelasnya.

Ia menambahkan, tubuh akan mencoba menyerang dan melawan infeksi virus. Setelah antibodi terbentuk, akan tetap berada di dalam tubuh bahkan setelah virus hilang. Secara teori, antibodi akan membuat keadaan tubuh lebih kebal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona Covid-19 Global 29 April WHO, Pandemi Masih Jauh dari Selesai

Update Corona Covid-19 Global 29 April WHO, Pandemi Masih Jauh dari Selesai

Health | Rabu, 29 April 2020 | 09:47 WIB

VW Golf Mulai Diproduksi Lagi, Volkswagen Tekankan Protokol Covid-19

VW Golf Mulai Diproduksi Lagi, Volkswagen Tekankan Protokol Covid-19

Otomotif | Rabu, 29 April 2020 | 09:31 WIB

Minta Diawasi, Kades di Sukabumi Siap Salurkan BLT dari Dana Desa ke Warga

Minta Diawasi, Kades di Sukabumi Siap Salurkan BLT dari Dana Desa ke Warga

Jabar | Rabu, 29 April 2020 | 09:05 WIB

Terkini

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Bekaci | Rabu, 30 September 2026 | 17:53 WIB

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:51 WIB

Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!

Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:50 WIB

Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas

Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:49 WIB

The Veil Club Layer 2 Gaet Trinkieland, Hadirkan Eksplorasi Modest Wear Lewat Main Character Weekend

The Veil Club Layer 2 Gaet Trinkieland, Hadirkan Eksplorasi Modest Wear Lewat Main Character Weekend

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:48 WIB

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:46 WIB

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:45 WIB

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:41 WIB

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

×