Ahli Sebut Wabah Covid-19 Sama Bahayanya dengan Ebola

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 30 April 2020 | 16:39 WIB
Ahli Sebut Wabah Covid-19 Sama Bahayanya dengan Ebola
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Profesor Calum Semple yang memimpin penelitian paling komprehensif tentang pasien virus corona di Inggris, mengatakan bahwa Covid-19 sama berbahayanya dengan ebola.

Melansir dari Express, berbicara di sebuah konferensi pers virtual profesor Semple menunjukkan lebih dari sepertiga pasien yang dirawat di rumah sakit telah meninggal.

"Itu sama bagi mereka yang dirawat di rumah sakit dengan Ebola, orang-orang perlu mendengar ini dan memasukkannya ke dalam kepala mereka bahwa alasan pemerintah ingin orang tinggal di rumah sampai wabah mereda adalah karena ini adalah penyakit yang sangat berbahaya," kata profesor Semple.

Konsorsium Karakterisasi Klinis Coronavirus, yang dipimpin oleh Profesor Semple merilis data klinis hampir 17.000 kasus virus cerona di rumah sakit di seluruh negeri. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat kematian tinggi terjadi pada pasien yang lebih tua.

Itu juga mengungkapkan wanita hamil tidak memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Tetapi obesitas dikaitkan dengan tingkat kematian, bahkan setelah pasien beradaptasi dengan masalah kesehatan lainnya.

"Sel-sel lemak mengeluarkan bahan kimia yang meningkatkan kondisi peradangan dalam tubuh," ujar profesor profesor Semple.

Novel Coronavirus (nCoV) (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) (Shutterstock)

Para ahli berupaya mengenali faktor-faktor risiko yang mungkin menunjukkan pasien yang akan memiliki hasil yang buruk.

Profesor Peter Openshaw, seorang ahli dalam kedokteran eksperimental di Imperial College London, mengatakan penelitian menunjukkan angka serius dan jalannya virus yang kompleks.

"Ada laporan anekdotal tentang orang-orang mulai dengan batuk dan sesak napas, kemudian tampak membaik, dan kemudian kembali dengan penyakit yang lebih sistemik, peradangan pada pembuluh darah dan kecenderungan untuk membentuk bekuan darah di berbagai bagian tubuh," kata profesor Openshaw.

"Jadi itu membuktikan penyakit yang jauh lebih kompleks daripada yang kita duga sebelumnya," tambahnya.

Menurut penelitian, yang diterbitkan di situs medRxiv, 83 persen orang yang terkena dampak telah dirawat di bangsal rumah sakit tanpa dipindahkan ke perawatan intensif. Namun 31 persen dari mereka meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelajar SMP di Jember Meninggal Karena Covid, 315 Warga Isolasi Mandiri

Pelajar SMP di Jember Meninggal Karena Covid, 315 Warga Isolasi Mandiri

Jatim | Kamis, 30 April 2020 | 16:11 WIB

Cegah Corona, Tunawisma Ditampung di GOR Ciracas

Cegah Corona, Tunawisma Ditampung di GOR Ciracas

Foto | Kamis, 30 April 2020 | 16:11 WIB

Pecah Rekor! Kamis 30 April: Pasien Positif Corona Capai 10.118 Orang

Pecah Rekor! Kamis 30 April: Pasien Positif Corona Capai 10.118 Orang

News | Kamis, 30 April 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB