Pasien Covid-19 Bisa Alami Sindrom Kelelahan Kronis Pasca Sembuh?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 03 Mei 2020 | 16:56 WIB
Pasien Covid-19 Bisa Alami Sindrom Kelelahan Kronis Pasca Sembuh?
Ilustrasi pasien terinfeksi Corona Covid-19 menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Pasien Covid-19 Disebut Dapat Alami Sindrom Kelelahan Pasca Sembuh

Keluhan yang ditimbulkan dari pasien virus corona atau Covid-19 masih terus bermunculan. Baru-baru ini para ahli menyebut bahwa Covid-19 pada beberapa pasien mengalami kelelahan setelah sembuh. Ini lantaran infeksi virus corona dapat berdampak panjang dan signifikan terhadap kesehatan.

Dari laporan awal yang ada, memang masih berfokus dampak kesehatan pada sistem pernapasan.

Namun, sejumlah makalah medis yang diterbitkan beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa penularan dapat masuk jauh ke dalam sistem pembuluh darah bahkan otak.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

"Kami berada pada tahap yang sangat awam dalam hal memahami efek jangka panjang dari pandemi ini. Tetapi jelas bahwa virus tidak hanya menyerang paru-paru, tapi ada di mana-mana," kata mantan profesor Psikiatri dan Kedokteran di Pusat Tidur dan Chronobiologi Universitas Toronto, Dr Harvey Moldofsky, dikutip dari Telegraph Minggu (3//5/2020).

Dengan demikian, ia mengatakan bahwa definisi tentang pulih masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan pengalamannya saat menangani SARS. Ia menyebut, kemungkinan beberapa pasien akan mengalami sindrom kelelahan kronis selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal," tambahnya.

Selanjutnya di halaman berikutnya: Masih Terlalu Dini Ambil Kesimpulan ...

Menurut Dr Harvey, Chronic fatigue syndrome (CFS), juga dikenal sebagai myalgic encephalomyelitis (ME), memicu gejala termasuk kelelahan ekstrem, nyeri otot atau persendian yang tidak dapat dijelaskan, sakit kepala dan kurang tidur.

Kondisi itu belum dipahami, tetapi ada bukti bahwa orang dapat mengalami CFS/ME setelah terinfeksi virus, seperti meningitis atau virus Epstein-Barr, yang menyebabkan demam kelenjar.

baca juga

Studi yang dipimpin oleh Dr. Moldofsky setelah wabah SARS di Kanada pada 2002 hingga 2003 juga menemukan bahwa beberapa pasien terus memiliki gejala yang mirip dengan CFS/ME selama bertahun-tahun setelah mereka didiagnosis dengan virus corona yang berjenis mirip dengan Sars-Cov-2.

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011, menyimpulkan bahwa post-Sars kronis ditandai dengan kelelahan persisten, mialgia difus, kelemahan, depresi, dan tidur tidak nyenyak, kata Moldofsky.

Laporan itu mempelajari 22 pasien pasca-SARS dengan masalah kesehatan berkelanjutan. Meskipun para pasien itu hanya mewakili sekitar delapan persen dari 273 orang yang didiagnosis dengan SARS di Toronto.

Tetapi studi lain yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association pada 2009 menemukan bahwa 40 persen dari 369 penyintas SARS yang dipelajari di Cina melaporkan masalah kelelahan kronis.

Sementara 27 persen menunjukan gejala CFS sesuai yang didefinikan oleh Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan CFS AS.

Masih Terlalu Dini Ambil Kesimpulan

Namun Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia, mengatakan bahwa proporsi pasien Covid-19 dengan kelelahan kronis mungkin lebih rendah, karena SARS cenderung menjadi penyakit yang lebih parah.

“Masih terlalu dini untuk memperkirakan proporsi yang dapat berkembang menjadi kelelahan kronis, karena diagnosis formal membutuhkan gejala yang berlangsung setidaknya selama enam bulan. Pada fase akut, kelelahan dilaporkan pada sekitar sepertiga kasus. Tetapi hanya sebagian dari ini akan berkembang menjadi sindrom kelelahan kronis," kata Hunter.

Tetapi para ahli telah memperingatkan bahwa penelitian yang mengeksplorasi dampak kesehatan jangka panjang dari infeksi Covid-19 harus diprioritaskan.

"Penelitian tentang bagaimana dampak virus pada otak saat masih bayi," kata Profesor Sir Simon Wessely, mantan Presiden Royal College of Psychiatrist, mengatakan kepada The Telegraph.

“Kami tidak tahu apakah Sars-Cov-2 tidak menyebabkan CFS / ME. Tetapi kita perlu membuat studi dari mereka yang terinfeksi oleh virus ini sesegera mungkin dan menindaklanjuti orang untuk jangka pendek, menengah dan panjang," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serius Corona di Indonesia Berakhir Juli? Ini Penjelasan Jubir Covid-19

Serius Corona di Indonesia Berakhir Juli? Ini Penjelasan Jubir Covid-19

News | Minggu, 03 Mei 2020 | 12:05 WIB

Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Tekno | Minggu, 03 Mei 2020 | 06:00 WIB

Alhamdulillah, Angka Kematian Akibat Corona Covid-19 di Indonesia Menurun

Alhamdulillah, Angka Kematian Akibat Corona Covid-19 di Indonesia Menurun

Health | Minggu, 03 Mei 2020 | 05:41 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×