Akibat Pandemi Covid-19, UNFPA Sebut Ada 7 Juta Kehamilan Tidak Diinginkan

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 05 Mei 2020 | 10:29 WIB
Akibat Pandemi Covid-19, UNFPA Sebut Ada 7 Juta Kehamilan Tidak Diinginkan
Ilustrasi kehamilan. (Shutterstock)

Suara.com - Akibat Pandemi Covid-19, UNFPA Sebut Ada 7 Juta Kehamilan Tidak Diinginkan

Pandemi virus corona atau Covid-19 juga berdampak pada kesehatan reproduksi wanita. Seperti dilansir dari Time, jmlah wanita yang tidak dapat mengakses kontrasepsi meroket seiring dengan pnademi tersebut.

Menurut laporan terbaru UNFPA, hal ini menyebabkan tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan.

"Data baru ini menunjukkan dampak bencana yang Covid-19 dapat segera miliki pada wanita dan gadis secara global," kata Dr. Natalia Kanem, Direktur Eksekutif UNFPA.

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Shutterstock)

Ia menjelaskan, bahwa pandemi ini memperdalam ketidaksetaraan. Menurutnya jutaan perempuan dan anak perempuan sekarang berisiko kehilangan kemampuan untuk merencanakan keluarga mereka dan melindungi tubuh dan kesehatan mereka.

Data baru yang dikeluarkan oleh UNFPA, badan kesehatan seksual dan reproduksi PBB, memperkirakan bahwa lebih dari 47 juta wanita dapat kehilangan akses ke kontrasepsi, yang menghasilkan 7 juta kehamilan yang tidak direncanakan jika lockdown berlanjut selama enam bulan.

Akibat pandemi Covid-19, fasilitas kesehatan kini dibanjiri oleh pasien dengan virus> Ini membuat lebih sedikit sumber daya atau waktu yang tersedia bagi wanita mencari perhatian medis untuk kesehatan seksual atau reproduksi mereka.

Gangguan dalam rantai pasokan global juga menyebabkan kekurangan alat kontrasepsi, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah. Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa 31 juta kasus kekerasan berbasis gender tambahan dapat diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang

Ini karena para korban kekerasan dalam rumah tangga terperangkap di rumah bersama para pelaku kekerasan. Selain itu, data dari seluruh dunia menunjukkan bahwa lockdown telah secara signifikan meningkatkan tingkat kekerasan dalam rumah tangga.

baca juga

Kesehatan reproduksi dan seksual wanita di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah lebih mungkin terkena dampak pandemi, catat laporan itu.

Gangguan pada program-program pencegahan dapat menghasilkan tambahan 2 juta kasus sunat perempuan serta 13 juta pernikahan anak tambahan dalam dekade mendatang. Padahal hal itu seharusnya dapat dihindari.

“Kesehatan reproduksi dan hak-hak perempuan harus dilindungi dengan segala cara. Layanan harus dilanjutkan; persediaan harus dikirimkan; dan yang rentan harus dilindungi dan didukung," kata Dr. Kanem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Berhubungan Seks Bikin Pasangan Cepat Hamil, Benarkah?

Sering Berhubungan Seks Bikin Pasangan Cepat Hamil, Benarkah?

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2020 | 03:30 WIB

Ikan Gabus Mengandung Albumin, Ini Manfaatnya untuk Ibu Hamil

Ikan Gabus Mengandung Albumin, Ini Manfaatnya untuk Ibu Hamil

Health | Rabu, 29 April 2020 | 13:16 WIB

Wajib Tahu, Ini Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Batalkan Puasa

Wajib Tahu, Ini Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Batalkan Puasa

Health | Senin, 27 April 2020 | 16:22 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×