73 Anak di New York Kena Sindrom Kawasaki Terkait Covid-19, Satu Meninggal

Sabtu, 09 Mei 2020 | 14:41 WIB
73 Anak di New York Kena Sindrom Kawasaki Terkait Covid-19, Satu Meninggal
Ilustrasi anak menangis [Shutterstock]
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Sementara itu mengenai anak-anak yang terkena dampaknya, pihak rumah sakit menekankan bahwa berdasarkan apa yang terjadi sejauh ini, tampaknya sindrom tersebut adalah kondisi yang sangat langka

“Kami mendorong setiap orang tua yang memiliki masalah untuk menghubungi dokter anak mereka untuk konsultasi. Kami akan terus menyelidiki dan mempelajari varian baru ini dengan harapan menemukan solusi untuk kondisi langka ini," kata Kaplan.

"Kami tetap sadar bahwa Covid-19 adalah virus yang sangat menular, dan mendorong semua orang untuk terus mempraktikkan jarak sosial, memakai topeng dan tangan bersih," tambahnya.

Departemen Kesehatan kota telah mengidentifikasi 20 kasus anak-anak di bawah 21 tahun dengan sindrom inflamasi multi-sistem atau penyakit Kawasaki, sejak 17 April. Beberapa anak-anak juga dinyatakan positif Covid-19 saat dites antibodi.

“Kehilangan seorang anak adalah tragedi yang tak terduga. Dengan hati yang sakit, kami akan terus bekerja dengan rumah sakit untuk memastikan bahwa warga New York memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk menjaga," kata Komisaris Kesehatan kota Dr. Oxiris Barbot.

"Jika seorang anak memiliki gejala demam, ruam, sakit perut atau muntah, orang tua harus segera menghubungi dokter mereka,” tambahnya.

Penyakit Kawasaki dan sindrom multi-inflamasi adalah penyakit anak-anak yang langka di mana menyebabkan dinding pembuluh darah di tubuh menjadi meradang. Penyakit Kawasaki ditandai oleh gejala-gejala termasuk ruam dan lidah yang bengkak bergelombang.

Gejalanya juga termasuk suhu tinggi yang berlangsung selama lima hari atau lebih, kemerahan di mata, ruam dan kelenjar bengkak di leher. Anak-anak di bawah 5 tahun paling berisiko. Komplikasi dari penyakit Kawasaki termasuk masalah jantung seperti aneurisma arteri koroner.

Menurut Mayo Clinic, aspirin atau infus protein imun yang disebut gamma globulin melalui vena dapat menurunkan risiko masalah arteri koroner.

Baca Juga: Roy Kiyoshi Konsumsi Obat Tidur Dumolid, Bisa Sebabkan Depresi Hingga Koma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI